Find Us On Social Media :

Kasihan, Seorang Anak Kehilangan 18 Gigi yang Harus Dicabut dan Hanya Tersisa 2 Gigi Karena Kebiasaan Tertidur dengan Dot di Mulut

By Veronica Sri Wahyu Wardiningsih, Kamis, 11 April 2019 | 16:17 WIB

Akibat Tak Pernah Sikat Gigi Setelah Minum Susu Pakai Dot, Balita 4 Tahun Ini Harus Kehilangan 18 Giginya

GridPop.ID - Sebuah kebiasaan yang buruk bisa memberikan dampak bagi kesehatan.

Salah satu kebiasaan yang sering diabaikan ialah perawatan gigi yang baik dan benar.

Hal itu menjadi penting untuk menghindari insiden yang dialami anak di bawah ini.

Baca Juga : Meski Sering Terlihat Glamor, Penampilan Tak Biasa Syahrini saat Menanti Suami di Rumah Bikin Kagum!

Ia harus kehilangan 18 giginya dan hanya menyisakan dua gigi saja karena kebiasaan buruknya.

Seorang dokter gigi mengunggah sebuah postingan di Facebook pada hari Selasa (9/4), untuk memperingatkan orang tua tentang pentingnya kesehatan gigi anak-anak.

Sathian Ken Suravisankul, seorang dokter gigi dari klinik Smile Station yang berbasis di Phuket, Thailand, berbagai salah satu kasus yang ditanganinya.

Baca Juga : Tak Diperhatikan Pemerintah, Pria Ini Sendirian Bikin Jalan Sejauh 1,5 Km Tanpa Dibayar

Di mana ia harus mencabut 18 gigi dari seorang anak laki-laki berusia empat tahun yang menolak untuk menyikat giginya setelah minum susu.

Postingannya tersebut telah dibagikan 37.000 kali pada saat penulisan.

Melalui unggahannya tersebut, dokter gigi menulis bahwa ia merasa tidak enak pada bocah yang hanya memiliki dua gigi setelah pencabutan gigi.

Baca Juga : Ketagihan 3 Game Online Sekaligus, Seorang Anak di Kediri Bikin Dompet Orang Tuanya Jebol hingga Rp 11 Juta

Kini, anak itu hanya memiliki gigi di kedua sisi rahangnya, yang mempengaruhi cara makannya untuk saat ini.

Terungkap juga bahwa bocah itu sering tertidur dengan botol susu di mulutnya setelah ia selesai minum.

Ia pun tidak menyikat giginya setelah makan.

Baca Juga : Tengah Berbulan Madu, Seorang Istri Ceraikan Suami Brondongnya yang Dianggap 'Murahan' Karena Selalu Minta Dibayari

Karena kebiasaan itu, giginya mulai membusuk.

Ken tidak menyalahkan orang tua anak laki-laki untuk kejadian ini.

Alasannya, ia memahami bahwa orang tua menginginkan yang terbaik untuk anak-anak mereka.

Baca Juga : Lama Tak Terdengar Kabarnya, Jihan Fahira Kepergok Selfie dengan Risty Tagor Banjir Komentar Ini dari Warganet!

Dia menekankan bahwa kerusakan gigi bukan hanya disebabkan oleh ASI tetapi banyak faktor lain seperti air liur.

Dokter gigi tersebut juga menyarankan orang tua untuk tidak membiarkan anak-anak mereka menggunakan botol susu dan dot dalam waktu yang lama.

Baca Juga : Tiga Pelaku Aksi Pengeroyokan di Pontianak Ditetapkan Sebagai Tersangka, Akui Menyesal hingga Berderai Air Mata Meminta Maaf

Ia juga mendorong mereka untuk mengajari anak-anak mereka pentingnya menggosok gigi secara teratur.

Lalu, bagaimana pedoman menggosok gigi yang benar menurut medis?

Baca Juga : Hacker Ambil Alih Akun Medsos Pelaku Pengeroyokan Audrey, Minta Pelaku Dihukum Berat

Dikutip dari Kompas.com, frekuensi menyikat gigi yang baik minimal 2 kali sehari.

Dengan waktu yang tepat untuk menyikat gigi adalah pada saat pagi setelah sarapan, dan sebelum tidur malam.

Dalam waktu 4 jam, bakteri mulai bercampur dengan makanan dan membentuk plak gigi.

Menyikat gigi setelah makan bertujuan untuk menghambat proses ini.

Baca Juga : Emosi dengan Deddy Corbuzier yang Habiskan Biaya Rp 8 Miliar Untuk Bangun Gym, Sabrina Chairunnisa: Nanti Pas Nikah Rumah Gue Harus Lebih dari 8 Miliar!

Lebih baik lagi, jika anda menambah waktu menyikat gigi anda setelah makan siang, atau minimal berkumur air putih setiap habis makan.

Begitu juga saat tidur di malam hari.

Ketika tidur, produksi saliva atau air liur menurun, sehingga self cleansing berkurang dan membuat bakteri berkembang yang akhirnya dapat membuat gigi berlubang.

Baca Juga : Ibu Korban Kasus #JusticeForAudrey Sebut Anaknya Alami Trauma dan Depresi, Hasil Visum Justru Tunjukkan Hal yang Berbeda!

Nah, kini sudah tahu kan waktu yang tepat menyikat gigi?

Mulailah dari sekarang menerapkan kebiasaan tersebut. (*)