Find Us On Social Media :

Tak Takut Jabatannya Dicopot Usai Perintahkan Penurunan Baliho FPI, Pangdam Jaya Justru Syukuri Posisinya Saat Ini: Dulunya Saya Tukang Koran

By None, Selasa, 24 November 2020 | 21:00 WIB

Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman

GridPop.ID - Belakangan ini, nama Panglima Daerah Militer Jayakarta (Pangdam Jaya) Mayjen TNI Dudung Abdurachman tengah hangat menjadi perbincangan publik.Hal tersebut tak lepas dari sikap tegasnya menangani polemik pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab.

Baca Juga: 7 Jam Diperiksa Polisi Terkait Acara Rizieq Shihab yang Timbulkan Kerumunan, Ridwan Kamil: Secara Moril Saya Bertanggung JawabSecara terang-terangan, Dudung mengakui jika pencopotan baliho FPI yang ilegal dan provokasi merupakan atas perintahnya.Selain itu, Dudung juga menegaskan bahwa ormas FPI bisa dibubarkan oleh pemerintah jika dirasa memang perlu.Sikap tegas Pangdam Jaya tersebut justru berujung ancaman pencopotan jabatannya.

Baca Juga: Masih Sedarah dengan Mempelai Pria, Mantan Istri Tommy Kurniawan Tak Sengaja 'Bocorkan' Foto Pernikahan Putri Habib Rizieq, Intip Penampakannya!Menanggapi hal tersebut, Dudung mengaku tidak takut jabatannya dicopot lantaran pernah menjalani masa remaja sebagai loper koran.

Ia mengatakan tak pernah takut bila hal tersebut justru berdampak pada jabatannya saat ini sebagai Pangdam.

"Dulunya (saya) tukang koran. Jadi kalau saya jadi Pangdam (sudah) bersyukur banget dan Bapak saya cuma PNS. Jadi misalnya dicopot gara-gara ini, copot lah, saya nggak pernah takut, benar saya nggak takut," jelasnya di Makodam Jaya, Senin (23/11/2020).

Baca Juga: Kena Semprot Maia Estianty karena Singgung Perihal Nikah Siri Saat Bantu Al Ghazali Jawab Pertanyaan Seputar Hubungan Asmara sang Kakak, Dul Jaelani: Kan yang Penting Halal!Kehidupan sewaktu Sekolah Menengah Atas (SMA) di Bandung yang dijalani sebagai loper koran, membuatnya tak takut bila sewaktu-waktu ia harus kehilangan jabatannya.Pasalnya, ia sudah terbiasa menjalani hidup secara sederhana hingga harus memilih masuk sekolah siang demi berjualan koran di pagi harinya.

"Sepeninggalan bapak itu bisa jualan pasar keliling warung-warung ke Kodam, ke kantin. Pas ke sekolah SMA kelas X harusnya saya masuk SMA yang pagi, saya bilang ke ibu saya kalau bisa masuknya siang karena saya mengatakan ingin jadi loper koran. Jadi dapatnya siang," katanya.

Baca Juga: Heboh Aksi Emak-emak Srikandi Demo Kepolisian, Minta Pihak Berwajib Segera Tetapkan Gisella Anastasia Jadi Tersangka: Hampir 70 Persen Itu Sudah Mengarah ke Inisial GA"Nah jadi kita masuk siang, tapi pagi dari pukul 04.00 WIB sudah berangkat yang beli koran sampai pukul 08.00 WIB. Ada 270 buah koran, ada majalah dan segala macam. Nah setelah itu antar lagi makanan ke Kodam,ke warung-warung dan habis itu biasa nyari kayu bakar. Sebab cara masak apa kayu bakar," jelasnya.

Menurutnya, langkah tegasnya ini sudah sesuai dengan aturan yang ada.Pihaknya hanya membantu pemerintah daerah untuk melakukan pencopotan terhadap spanduk, poster hingga baliho yang ilegal.

Baca Juga: Tanggung Beratnya Beban Jadi Pengusaha Selama Pandemi, Inul Daratista Keluhkan Biaya Sewa yang Tetap Dibayar Penuh Meski Tak Dipakai: Mestinya Ini Jadi Sorotan Pemda!Sehingga bukan hanya baliho HRS saja melainkan baliho lainnya yang memang jelas ilegal.GridPop.ID (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul "Pernah Jadi Loper Koran, Pangdam Jaya Tak Takut Jabatannya Dicopot Karena Baliho Rizieq Shihab"