GridPop.ID - Sebagian besar orang berpikir dengan pemakaian parfum cukup disemprotkan ke baju berkali-kali.
Tak salah, namun cara tersebut tak membuat aroma parfum bertahan lama.
Selain lebih boros, menyemprotkan parfum berkali-kali juga bukan solusi, apalagi jika parfum tidak digunakan dengan cara yang tepat.
Lantas seperti apa cara pakai parfum agar wangi tahan lama? Melansir Kompas.com, berikut penjelasannya.
Menyemprotkan di tiga titik utama
Kay Lam, Brand Manager Kate Spade Fragnance Indonesia mengatakan, cara yang paling tepat untuk menggunakan parfum adalah dengan menyemprotkannya di tiga titik utama yakni di pergelangan tangan, lengan dan leher.
Area tersebut diyakini mampu memancarkan banyak panas yang mampu mengaktifkan wangi pada parfum sehingga lebih tahan lama.
Menggunakan pelembab
Sebelum menyemprot parfum, pastikan kondisi kulit masih dalam keadaan lembab.
Baca Juga: 7 Langkah Mudah Rawat Miss V Agar Terhindar dari Bau Busuk, Tak Perlu Ribet Semprot Pafum
Kulit lembap juga mempercepat proses penguapan yang membuat aroma parfum lebih tahan lama.
Semprot ulang setelah enam jam
Faktanya tidak ada aroma parfum yang tahan berjam-jam.
Untuk itu, sebaiknya setelah 6 atau 8 jam jamu bisa kembali menyemprotkan parfum.
Jangan menggosok area yang sudah disemprot parfum dengan tangan.
Cara mengatasi bau badan
Bau badan kerap membuat orang menjadi tak percaya diri.
Dilansir dari TribunHealth, Dokter spesialis kulit dan kelamin, Dedianto Hidajat mengungkapkan penyebab bau badan dapat dibagikan menjadi dua faktor yakni internal dan eksternal.
Dedianto menjelaskan beberapa cara untuk mencegah terjadinya bau badan yang tak sedap, yakni:
Baca Juga: 7 Langkah Mudah Rawat Miss V Agar Terhindar dari Bau Busuk, Tak Perlu Ribet Semprot Pafum
- Menjaga kebersihan dengan rutin membersihkan badan terutama ketiak dan sela atau lipatan tubuh
- Menggunakan antiperspiran atau deodoran
- Mengurangi tingkat stres dan cemas
- Mengganti baju bersih yang dikenakan secara rutin
- Berkonsultasi ke dokter spesialis kulit dan kelamin untuk mengidentifikasi penyebab dan pemilihan terapi yang tepat.
Terapi tersebut seperti pemberian resep krim, injeksi toksin botulinum, microneedle RF, dan bedah kuretase.
GridPop.ID (*)
Source | : | Kompas.com,Tribunhealth.com |
Penulis | : | Andriana Oky |
Editor | : | Andriana Oky |
Komentar