Find Us On Social Media :

Kanker Prostat Renggut Nyawa Arswendo Atmowiloto, Perilaku Sehari-hari yang Terlihat Sepele Ini Bisa Jadi Penyebabnya

By None, Kamis, 24 Oktober 2019 | 16:15 WIB

Harry Tjahjono saat menjenguk Arswendo

GridPop.id - Arswendo Atmowiloto meninggal akibat  penyakit kanker prostat.

Kanker prostat merupakan salah satu penyakit yang menjadi momok bagi para lelaki.

Penyakit ini juga yang merenggut nyawa aktor kawakan, Rudy Wowor pada Oktober 2018 lalu.

Ternyata beberapa kebiasaan sepele ini bisa jadi pemicu munculnya penyakit ini.

Lalu apa saja kebiasaan yang bisa menjadi pemicu kanker prostat?

Baca Juga: Dituding Punya Hubungan Khusus dengan Artis Cantik Jelita hingga 27 Wanita Hinggap di Hatinya, Psikolog Ungkap Kelakuan Raffi Ahmad Bisa Kambuh karena Dipicu Hal Ini

1. Lupa pakai celana dalam

Terkadang orang merasa menggunakan celana dalam membuat tubuh menjadi kurang leluasa.

Padahal penggunaan celana dalam ternyata cukup penting, terutama bagi bapak.

Pasalnya, apabila tidak menggunakan celana dalam, maka kantung skrotum atau kulit pembungkus testis akan langsung menempel pada celana sehingga kurang terlindungi.

Hal ini berdampak pada tekanan di kelenjar prostat.

Jika tidak menggunakan celana dalam dilakukan pada jangka waktu yang lama, maka akan mengakibatkan pembesaran prostat dari waktu ke waktu.

Yang pada akhirnya bisa bermuara menjadi penyakit berbahaya.

2. Terpapar cahaya smartphone

Mengutip dari rd.com, kebiasaan sepele lain yang bisa memicu kanker prostat adalah membiarkan tubuh terpapar cahaya buatan.

Hal ini cukup berbahaya bila dilakukan pada malam hari lebih dari 3 jam.

Cahaya buatan yang dimaksud adalah cahaya dari smartphone, televisi, laptop, tablet, dan sebagainya.

Baca Juga: Bernuansa Asri dan Didominasi Interior Kayu, Intip Hunian Mewah Wishnutama, Si Mantan Bos NET TV yang Kini Menjabat sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreaftif

Meskipun penelitian lebih lanjut diperlukan, para ilmuwan menduga paparan cahaya menekan produksi melatonin, hormon yang membantu mengontrol tidur.

Penelitian dari Harvard menemukan pria yang tidur nyenyak di malam hari telah meningkatkan tingkat melatonin yang lebih tinggi.

Juga 75 persen lebih kecil kemungkinannya untuk mengembangkan kanker prostat stadium lanjut daripada mereka yang kurang melatonin.

3. Jarang ganti celana dalam

Celana dalam merupakan salah satu pakaian yang wajib kita kenakan sehari-hari.

Karena kontak langsung dengan alat vital, maka menjaga kebersihan celana dalam sangatlah penting.

Mengutip dari prostatecanceruk.org, para peneliti terkejut dengan kebiasaan penduduk Inggris mengenai perlakuan terhadap celana dalamnya di tahun 2013.

Berdasarkan hasil riset, sebanyak sepertiga lelaki Inggris tidak mengganti celana dalam mereka setiap hari.

Bahkan, yang lebih mengejutkan adalah 1 dari 40 lelaki Inggris mengaku akan menggunakan celana dalam selama mungkin, baru menggantinya.

Padahal, kebersihan celana dalam sangat berpengaruh terhadap kesehatan organ intim.

Apabila celana dalam lama tidak diganti, maka akan menjadi tempat yang tepat untuk pertumbuhan bakteri dan jamur.

Sehingga bisa meningkatkan risiko terkena kanker prostat.

Baca Juga: Kini Juru Bicara Jokowi, Fadjroel Rachman Dulu Jadi Kandidat Capres dan Mantan Aktivis 1998 yang Dijebloskan ke Penjara karena Melawan Pemerintah, Begini Kisah Hidupnya

4. Merokok

Beberapa penelitian telah mengaitkan kebiasaan merokok yang buruk dengan peningkatan risiko kematian akibat kanker prostat.

Meskipun sebagian besar penelitian belum menunjukkan kaitan antara merokok dan kanker prostat, hal ini pasti mengarah pada banyak kanker tipe lain.

Termasuk kanker paru-paru, mulut, tenggorokan, kerongkongan, ginjal, hati, pankreas, perut, dan usus besar.

Merokok menyumbang sekitar sepertiga dari semua kematian akibat kanker di AS.