Find Us On Social Media :

Setahun Lebih Bercerai, Ahok Ungkap 2 Hal yang Buatnya Kecewa pada Veronica Tan hingga Putuskan Tak Lagi Komunikasi dengan Mantan Istri

By Maria Andriana Oky, Jumat, 6 Desember 2019 | 16:29 WIB

ahok dan veronica

GridPop.ID - Masih segar dalam ingatan kita kasus perceraian Basuki Tjahaja Purnama dan Veronica Tan.

Kabar perceraian Ahok dan Veronica Tan begitu menggemparkan publik kala itu.

Seperti yang diketahui Ahok dan Veronica Tan resmi bercerai pada April 2018 silam.

Setahun lebih sudah keduanya terpisah, dan terlihat hubungan Ahok dan Veronica Tan sepertinya masih belum membaik.

Hal ini terlihat dari jalinan komunikasi yang kurang baik yang ada di antara Ahok dan mantan istrinya tersebut.

Baca Juga: Terbang ke Luar Negeri Usai Jadi Komisaris Utama Pertamina, Ahok Ternyata Nonton Acara Ini Hingga Lontarkan Pernyataan: Segala Macam Harusnya Sangat Kuat

Pasca bercerai, keduanya memilih untuk menjauh dan tak mau mengungkao secara jelas apa yang menyebabkan mereka berpisah.

Di sisi lain, Ahok yang saat ini sudah berstatus sebagai Puput Nastiti Devi juga akhirnya mau buka suara mengapa dirinya tak ingin menjalin komunikasi dengan sang mantan istri.

Dilansir dari Gridhype yang mengutip dari vlog BTP Menjawab, mantan Gubernur DKI itu mulanya membahas kontroversi dengan istrinya saat ini.

Diakui Ahok, cercaan tak hanya ditujukan pada Puput saja, tapi juga pada ibunya.

"Orang di gereja menuduh mama saya, kok kasih anakmu menikah sama orang jawa," kata BTP dalam vlog yang ia unggah melalui kanal YouTube-nya.

Baca Juga: Jadi Bos Pertamina dengan Gaji Selangit, Ahok Gegerkan Publik Kepergok Dicium dan Dipeluk 2 Wanita Cantik, Akun Ini Pastikan Keaslian Foto Ahok!

"Orang Jawa salahnya apa?" kata BTP menirukan sang bunda.

Selain permasalahan beda suku, tak sedikit yang menyindir soal isu perselingkuhan yang terjadi.

"Saya denger anakmu selingkuh ya sama ajudan mantan istri?" kata BTP menirukan berbagai pertanyaan miring soal dirinya.

Mendegar isu negatif tersebut, sang ibu menjawab pertanyaan itu dengan jawaban cerdas.

"Kalau dia ajudan anak laki-laki saya, saya gak jamin juga lo, anak saya kan laki-laki, sama perempuan bisa kejadian. Saya gak bisa jamin. Tapi ini ajudan istrinya masuknya menjelang 11 Oktober 2016," jawab ibunda BTP kala itu.

Baca Juga: Geger Denny Darko Terawang Nasib Ahok Usai Jadi Komisaris Utama Pertamina hingga Sampaikan Hal Ini: Dia Membuat Kisruh Besar!

Terkait komunikasinya dengan mantan istri, Ahok tak menampik hubungannya memang tidak baik.

Keputusannya untuk tak lagi berkomunikasi rupanya karena rasa kecewanya dengan kelakuan sang mantan istri.

Hal pertama yang membuatnya sangat kecewa adalah sang mantan istri yang tak mengakui kesalahannya.

Kemudian yang kedua, Ahok kecewa dengan anggapan Veronica Tan yang menyebutkan bahwa perceraian yang terjadi karena Ahok ingin menikahi Puput Nastiti Devi.

"Kalau dengan mantan istri saya, saya nggak mau kontak karena dia terus ke mana-mana masih mengatakan sama banyak orang dia tidak lakukan apa-apa, saya menceraikan karena pingin menikah sama yang sekarang (Puput)," pungkas BTP.

Baca Juga: Kelakar Ahok di Hari Pertama Sandang Jabatan Petinggi Pertamina Bikin Gigit Jari, Sosok Ini Sebut Soal Bom Waktu yang Luar Biasa: Kalau Tidak Direm Takut Bablas

Berbeda dengan hubungan dirinya dan mantan istrinya, Ahok berujar jika hubungannya dengan anak-anaknya baik-baik saja.

Meski begitu, Ahok kini tengah fokus pada kehamilan istrinya yang akan segera melahirkan dan tugas barunya sebagai seorang komisaris utama Pertamina.

Dilansir dari Tribunnews.com, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir mengungkapkan alasan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok tidak ditunjuk menjadi Direksi Pertamina.

Meski menuai banyak kontroversi, Erick Thohir menilai perusahaan di BUMN masih membutuhkan sosok seperti Ahok dan Chandra Hamzah yang menjadi pendobrak.

Baca Juga: Gantikan Tanri Abeng, Pendahulunya yang Dijuluki Manager 1 miliar di Pertamina, Ahok juga Miliki Total Kekayaan yang Tak Kalah Mentereng

"Karena direksi yang ada sekarang kan performanya cukup baik, kalau kita lihat sekarang impor migas cukup bisa ditekan. Siapa? Tentu direksi," ungkap Erick Thohir.

"Tetapi kita perlu figur seperti pak Ahok atau pak Chandra yang bisa menjadi payung atau mendobrak," tandasnya. (*)