Find Us On Social Media :

Tak Peduli Dirinya Positif Covid-19 Hingga Bahayakan Warganya Sendiri, Ketua RW Ini Tolak Dievakuasi Malah Sengaja Salat Tarawih di Masjid, Kini 28 orang Jemaah Positif Jadi PDP

By Septiana Risti Hapsari, Rabu, 13 Mei 2020 | 11:45 WIB

Ilustrasi Sholat Tarawih

GridPop.ID - Puasa ramadhan di tahun ini memanglah berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

Hal ini dikarenakan bertepatan dengan adanya pandemi global corona.

Untuk mengatasi hal ini, pemerintah dan MUI menghimbau seluruh umat islam untuk melaksanakan ibadah selama bulan puasa ini di rumah saja.

Baca Juga: Biasanya Koar-koar Membela Syahrini saat Kakaknya Diterpa Gosip Miring, Aisyahrani Justru Besikap Tenang saat Aib Incess Mulai Terkuak: Aku Bukan yang Dulu

Hal ini dikarenakan agar tak semakin memperburuk keadaan.

Bahkan juga disampaikan, menghindarkan diri dari wabah penyakit juga merupakan suatu kewajiban dan juga merupakan ibadah.

Contohnya salat Tarawih bisa dilakukan dari rumah demi memperkecil penyebaran virus corona.

Baca Juga: Bawa Kabur Mobil Andre hingga Buat Sahabatnya Ngambek, Sule Balik Goda Mantan Vokalis Band Stinky Itu: Yudah Gue Bayarin

Namun tidak seperti Ketua RW yang satu ini.

Sebanyak 28 warga RW 07, Kelurahan Jembatan Besi, Tambora, Jakarta Barat dievakuasi setelah sempat kontak fisik dengan seorang warga yang positif Covid-19.

Camat Tambora, Bambang Sutama menjelaskan, ke-28 warga itu adalah 20 jamaah Salat Tarawih di Musala Baitul Musilimin dan 8 anggota keluarga O Ketua RW setempat yang positif corona.

Baca Juga: Tajir Melintir, Ruben Onsu Tak Pernah Pamer Harta dan Selalu Hidup Sederhana, Ivan Gunawan Bongkar Kekayaan Sahabatnya yang Punya Rumah Mewah di Kawasan Elit Hingga Helikopter Pribadi

Diketahui, kendati Majelis Umat Indonesia telah mengimbau agar tak melaksanakan Salat Tarawih di masjid, namun hal tersebut tak digubris warga setempat.

"Jadi berdasarkan swab tes dari tim medis pada hari Jumat ternyata Pak O (Ketua RW 07 ) beserta istrinya positif.

"Namun hari Sabtu tim medis datang bersama lurah dan tiga pilar kelurahan membujuk untuk dirujuk ke rumah sakit,

Baca Juga: Berhubungan Seks di Depan Anak-anak Usia 12 Tahun di Kamar Rumah dan Diminta Merekam Adegan Tak Senonoh, Pasangan di Sebuah Kabupaten Ini Pasang Tarif Per Jam untuk Pelanggannya

"(beliau) menolak malah masih melakukan aktifitas Salat Tarawih di Musala," kata Bambang saat dikonfirmasi, Senin (11/5/2020).

Bambang mengatakan, proses evakuasi kepada 28 warga RW 07 Jembatan Besi itu dilakukan pada Minggu (10/5/2020) kemarin.

Baca Juga: Belum Reda Aibnya Dibongkar Pernah Tidur dengan Ayah Angkatnya Sendiri, Kini Beredar Video Panas Wanita Tanpa Busana Diduga Mirip Syahrini, Netizen: Mirip Kok Hidungnya

Mereka menjalani rapid test di Puskesmas Tambora dan diminta isolasi mandiri di rumah masing-masing sembari menunggu hasil test keluar.

"Sementara (warga yang positif), akhirnya setelah kami bujuk, dia mau asalkan tidak dibawa ke RSU Kemayoran. Maka saat ini dia kami bawa ke RS Tarakan," kata Bambang.

Baca Juga: Viral Pedagang Nakal Jual Daging Babi Menyerupai Daging Sapi di Bandung, Begini Cara Membedakan Dua Bahan Makanan ini agar Kamu Tidak Tertipu

(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul "Ketua RW Positif Covid-19, 28 Warga Jembatan Besi Tambora Dievakuasi"