Find Us On Social Media :

Terjadi Penembakan Laskar FPI di Tol Jakarta-Cikampek KM 50, CCTV di Sekitar Lokasi Kejadian Malah Mati, Pihak Jasa Marga Beberkan Sebabnya!

By Arif B,None, Kamis, 10 Desember 2020 | 06:00 WIB

Enam anggota FPI yang ditembak mati polisi ketika bentrok

GridPop.ID - Insiden penembakan enam Laskar FPI menyita perhatian publik.

Setelah beberapa saksi mata ikut buka suara terkait insiden penembakan, kini CCTV  di lokasi kejadian dikabarkan tidak berfungsi.

CCTV di Tol Jakarta-Cikampek KM 49+00 hingga KM 72 itu mati sejak Minggu (6/12/2020) sekitar pukul 04.40 WIB.

Baca Juga: Jadi SOP Wajib Tiap Ketemuan, BCL Nekat Swab Test Tamunya dengan Tangannya Sendiri, Vidi: Swab Tersakit Seumur Hidup Gue

Direktur Utama PT Jasamarga Tollroad Operator Raddy Lukman pun membeberkan sebabnya.

Dikatakannya, CCTV tidak berfungsi karena ada gangguan pada jaringan backbone CCTV atau fiber optic di KM 48+600.

“Setelah mendapat laporan adanya gangguan CCTV offline, petugas di kantor cabang Jakarta Cikampek pada hari minggu 6 Desember 2020 pada pukul 06.00 WIB melaporkan kepada tim inspeksi melakukan penyisiran mencari lokasi penyebab masalah tersebut,” kata Raddy saat dikonfirmasi, Senin (7/12/2020) malam.

Baca Juga: Tangisnya Pecah Dapat Kejutan Ulang Tahun dari Billy Syahputra, Amanda Manopo: Kamu Mau Ngelamar Aku?

Pihak Jasa Marga saat itu belum bisa melakukan perbaikan karena kondisi hujan dan pertimbangan kondisi lalu lintas.

Adapun lokasi gangguan jaringan backbone tersebut berada di tengah median jalan.

“Sehingga perbaikan baru dapat diselesaikan pada hari Senin 7 Desember 2020 pada pukul 16.00 WIB. Demikian infonya,” ujar Raddy.

Baca Juga: Buka-bukaan Aib Sendiri, Armand Maulana Akhirnya Ngaku Kerap Cekcok dengan Dewi Gita Hingga Harus Sogok Teman-temannya Agar Tak Buka Mulut ke Wartawan, Vokalis GIGI: Uang Gue Habis!

Keberadaan CCTV di KM 49+00-72+00 dipertanyakan oleh masyarakat di sejumlah grup percakapan Whatsapp dan media sosial.

Pasalnya, di KM 50+00 terjadi penyerangan dan penembakan laskar khusus Front Pembela Islam oleh anggota kepolisian.

Corporate Communication & Community Development Group Head PT Jasa Marga Dwimawan Heru mengatakan, pihak Jasa Marga tak memiliki informasi terkait peristiwa penembakan antara polisi dan simpatisan Rizieq Shihab di kawasan Jalan Tol Cikampek-Jakarta.

Baca Juga: Terkuak, Ternyata Begini Curhatan Asisten Nia Ramadhani Pada Gita Janu sang Kakak Ipar: Dia Kemarin Sedih-sedih

“Terkait dengan pertanyaan tentang adanya kejadian khusus (penembakan) di Jalan Tol Jakarta-Cikampek pada dini hari tadi, kami sampaikan bahwa kami tidak memiliki informasi tentang kejadian tersebut,” ujar Heru.

Sebelumnya, polisi menembak enam dari 10 orang yang disebut simpatisan pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab di Jalan Tol Jakarta-Cikampek, tepatnya di Kilometer 50, pada Senin (7/12/2020) dini hari.

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran mengatakan, penembakan terhadap enam orang tersebut karena diduga melakukan penyerangan terhadap jajarannya saat menjalani tugas penyelidikan kasus Rizieq.

Baca Juga: Pantas Saja Namanya Digadang-gadang Bakal Gantikan Edhy Prabowo, Ternyata Susi Pudjiastuti Sempat Cetak Prestasi Mengagumkan Ini Saat Masih Menjabat Menteri KKP

FPI membantah simpatisan Rizieq membawa senjata api dan senjata tajam saat mengawal pemimpin FPI tersebut.

"Tidak benar. Laskar FPI tidak pernah memiliki senjata api," ujar Sekretaris Front Pembela Islam Munarman.

Munarman menyesalkan pernyataan polisi yang menyebut enam pengawal Rizieq ditembak mati karena melakukan penyerangan.

Baca Juga: Sempat 2 Tahun Cicipi Jadi Istri, Angel Lelga Ogah Berkomentar Soal Kabar Pernikahan Kalina dan Vicky Prasetyo, Akui Pilih Fokus Hal Ini: Saya Harus Jaga Image

GridPop.ID (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul, CCTV di Sekitar Lokasi Penembakan Laskar FPI Rusak Sejak 6 Desember