GridPop.ID - Putra mendiang ulama Syekh Ali Jaber, Hasan, sama sekali tak menitikkan air mata saat sang ayah berpulang. Mengapa tak ada tangisan sedikit pun?
Ya, saking teramat bangga pada sang ayah, Hasan enggan mengiringi kepergian Syekh Ali Jaber dengan ratapan air mata.
Sebagai putra Syekh Ali Jaber, Hasan mengaku kebaikan sang ayah tak bisa diungkapkan lewat sekadar kata-kata.
Hal itu dituturkan Hasan melalui tayangan YouTube deHakims yang tayang Minggu (17/1/2021).
"Susah kalo mau dijelasin dengan kata-kata itu, udah susah," ucap Hasan seperti yang dikutip dari Grid.ID via Tribunnews.com.
Alasan itu pula yang membuat Hasan sama sekali tak menangis saat sang ayah meninggal dunia.
"Makanya sampai detik ini, dari tahu kabar meninggal, gak pernah nangis sama sekali karena saking bangganya sama perjuangannya hidup," jelasnya.
"Saking bangganya gak pernah nangis sama sekali," tukas Hasan.
Diberitakan sebelumnya, Syekh Ali Jaber wafat di RS Yarsi, Jakarta Timur, Kamis (14/1/2021).
Ulama kelahiran Madinah itu meninggal dunia dalam kondisi negatif dari virus Covid-19.
Jenazah Syekh Ali Jaber dimakamkan di komplek pondok pesantren Darul Quran, Cipondoh, Tangerang.
Sebelum meninggal dunia, Syekh Ali Jaber sempat memberikan pesan kepada anak-anaknya untuk tetap menjaga shalat.
"Jaga shalat sama jaga mama, yang penting shalat," kata Alhasan Ali Jaber, anak Ali Jaber saat ditemui di rumah duka di Kelurahan Monjok, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis, (14/1/2021).
Sementara itu dikutip dari Kompas.com, Alhasan merupakan anak pertama dari tiga bersaudara dari Nadia Salim.
Alhasan menceritakan, semasa hidupnya, Syekh Ali Jaber selalu mengajarkan kepada anak-anaknya untuk tidak meninggalkan shalat.
Alhasan mengatakan, keluarga di Lombok mendengar kabar duka pukul 09.30 WITA.
Semasa hidupnya Syekh Ali Jaber sempat berpesan, jika dirinya meninggal, Ia ingin dimakamkan di Lombok.
Terkait hal ini, Alhasan mengatakan semua keluarga masih menunggu kabar dari Jakarta.
"Ya, kita usahain nanti diurus dulu belum ada kabar. Orang lagi repot semua di sana lagi ngurus semua. Kalau memang bisa dan tidak ada kendala apa-apa kita makamkan di sini (Lombok)," kata Alhasan.
Alhasan mengatakan kontak terakhir dengan ayahnya sebelum masuk ke ICU.
Pantauan Kompas.com, beberapa kerabat dan pelayat tampak berdatangan ke rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa.
Sebelumnya diberitakan, pendakwah Syekh Ali Jaber meninggal dunia di RS Yarsi Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Kamis (14/1/2021)
Meski sempat terpapar Covid-19, Syekh Ali Jaber dinyatakan sudah negatif Covid-19 sebelum akhirnya meninggal dunia.
Hal tersebut disampaikan oleh Ustaz Yusuf Mansur. "Sudah dalam keadaan negatif Covid-19," kata Yusuf Mansur melalui akun Instagram @yusufmansurnew, Kamis (14/1/2021).
Yusuf Mansur menyebutkan, Ali Jaber sudah 16 hari dirawat di rumah sakit menggunakan ventilator. Lalu, Ali Jaber sempat kritis pada Rabu malam.
GridPop.ID (*)