Find Us On Social Media :

5 Tahun Lalu Renggut Nyawa Putra Kesayangan Susi Pudjiastuti Saat Tidur, Campuran Makanan yang Disukai Sejuta Umat Ini Bisa Jadi Pemicu Penyakit Mematikan Ini

By Luvy Octaviani, Senin, 31 Mei 2021 | 17:01 WIB

Foto Selfie Susi dan anak-anak (Panji paling kiri) di AS beberapa waktu lalu

Lambat laun jantung akan mengalami penurunan fungsi dan menyebabkan penyakit jantung.

Saat ini sudah banyak pilihan garam yang jauh lebih sehat yang bisa kita gunakan.

Pola makan tinggi garam diketahui akan meningkatkan risiko penyakit jantung hingga dua kali lipat.

Dikutip dari Kompas.com, pola makan tinggi garam bisa menyebabkan tekanan darah tinggi, salah satu faktor risiko terjadinya penyakit jantung.

Untuk mengetahui bagaimana penderita diabetes mengetahui efek samping pola makan tinggi garam pada jantung, para peneliti menyurvei hampir 1.600 pasien diabetes berusia 40-70 tahun di seluruh Jepang.

Baca Juga: 2 Tahun Menikah, Maia Estianty Mati Kutu Dapat Perlakuan Romantis Ini dari Irwan Mussry, Netizen: Klepek-klepek Bun..

Para responden ditanya tentang pola makannya, termasuk konsumsi garam, dan diikuti kesehatannya selama 8 tahun.

Partisipan yang pola makannya tinggi garam (sekitar 6.000 miligram perhari) beresiko dua kali lipat menderita penyakit jantung pada periode studi tersebut, dibandingkan dengan yang asupan garamnya rendah (sekitar 2.800 miligram perhari).

"Untuk menurunkan risiko penyakit kardiovaskulas, orang yang menderita diabetes tipe 2 harus mengontrol gula darahnya dan memperhatikan apa yang mereka makan," kata ketua studi Chika Horikawa dari Universitas Niigata.

Hasil penelitian juga menyimpulkan, membatasi asupan garam bisa mencegah komplikasi berbahaya dari penyakit diabetes.

Efek negatif garam terhadap kesehatan sudah sejak lama diketahui. Untuk orang yang sehat, asupan garam disarankan kurang dari 2.300 mg perhari.

Baca Juga: Orang Tua Dylan Sahara Hadir Sekaligus Jadi Saksi Pernikahannya dengan Citra Monica, Ifan Seventeen: Butuh Kebesaran Hati yang Luar Biasa Seperti Mereka!

Sementara itu untuk mereka yang memiliki faktor risiko penyakit jantung (diabetes, hipertensi, punya penyakit ginjal atau berusia di atas 51 tahun), disarankan untuk membatasi garam hanya 1.500 mg.

Selain garam yang ditambahkan dalam masakan, makanan yang secara alami mengandung garam antara lain daging, sayur, dan susu.

Sementara itu produk yang tinggi garam adalah daging yang diproses seperti sosis, bacon, atau makanan dalam kaleng. GridPop.ID (*)