Find Us On Social Media :

Covid Belum Usai, Wabah Jamur Hitam Melonjak Tajam 2 Bulan Terakhir, Keganasannya Sebabkan Pasien Kehilangan Mata hingga Rahang

By Andriana Oky, Jumat, 23 Juli 2021 | 08:21 WIB

ilustrasi pandemi Covid-19 di India

Infeksi jamur hitam ini meningkat selama pandemi corona. Sebagian besar pasien merupakan mereka yang baru sembuh dari Covid-19.

Jamur hitam sendiri merupakan penyakit yang sangat ganas.

Para dokter ahli bedah bahkan harus sampai mengambil mata, hidung dan rahang pasien untuk menghentikan penyebaran jamur tersebut ke otak.

Kantor berita AFP melaporkan, tingkat kematiannya di atas 50 persen. Menurut data pemerintah, jumlah kasus jamur hitam tertinggi dilaporkan di negara bagian Maharashtra yaitu 9.348.

Pemerintah India menyatakan jamur hitam sebagai epidemi pada Mei 2021, ketika kasus-kasus melonjak dan media sosial dibanjiri bantuan meminta obat-obatan untuk mengobatinya.

Masih melansir dari Kompas.com, defensi epidemi adalah penyakit menular yang berjangkit dengan cepat di daerah yang luas dan menimbulkan banyak korban.

Peningkatan angka penyakit berada di atas normal, yang biasanya terjadi secara tiba-tiba pada populasi suatu di area geografis tertentu.

Baca Juga: Tidur 300 Hari Setahun hingga Mandi dan Makan pun Disuapi dalam Kondisi Tak Sadar, Terungkap Fakta Mengejutkan di Balik Perilaku Pria Ini