Find Us On Social Media :

Jenazahnya Sudah Dikremasi, Pria Ini Buat Keluarga Ketakutan Gegara Kembali Hidup hingga Pulang ke Rumah Usai 7 Bulan Meninggal, Fakta di Baliknya Mencengangkan

By Luvy Octaviani, Kamis, 21 Oktober 2021 | 06:02 WIB

Berita kematian Sakorn

GridPop.ID - Dinyatakan meninggal dunia, keluarga pria ini tentu saja merasa sedih.Keluarga pun segera mempersipakan pemakaman hingga melakukan kremasi pada jenazah pria ini.Namun, setelah dinyatakan meninggal dunia, keluarganya terkejut melihat pria ini hidup kembali dan pulang ke rumah.Fakta di baliknya sungguh mencengangkan.Kisah ini dialami oleh  Si Ka Ket, Thailand bernama ini Sarkorn Sachewa, di mana ia kembali kerumah pada 7 bulan kemudian setelah kematiannya.Dilansir oleh intisari online melalui South China Morning Post, awalnya Sakorn dilaporkan meninggal pada 18 Mei 2017.Menurut laporan, ia pindah ke Bangkok untuk bekerja di kapal nelayan selama dua tahun.Namun, selama itu pula ia tidak pernah menghubungi satupun anggota keluarganya.Lalu, pada Mei 2017 polisi setempat menghubungi keluarganya dan melaporkan kematiannya.Dia dilaporkan meninggal dunia karena penyakit pencernaan di rumah sakit di Bangkok.

Baca Juga: Sekian Lama Tak Bertemu, Seorang Ibu Pangling dan Tak Mengenali Putranya yang Dulu Bobotnya 110 Kg Berubah Drastis, Terungkap Fakta Mengejutkan Dibaliknya

Keluarganya jelas terkejut dan sedih mendengarnya, dan selanjutnya mereka mencari mayatnya di fakultas kedokteran, di rumah sakit Vajira dari Navamindradhaj University.Namun ketika mereka hendak mengklaim tubuh Sakorn, sepupunya bernama Nakornchai menyadari bahwa gigi depan mayat yang diduga Sakorn itu tampak berbeda.Pasalnya, Sakorn telah kehilangan kedua gigi depannya, sedangkan mayat yang diklaim adalah Sakorn masih memilikinya.Nakornchai mencoba memberi tahu pemerintah setempat, tetapi keraguannya tersebut diabaikan. Hingga akhirnya mereka pasrah, dan dipenghujung hari, keluarga membawa mayat kembali ke rumah mereka.Tiga hari kemudian, sertifikat kematian dikeluarkan dan mereka kemudian melakukan kremasi pada tubuh mayat tersebut.Namun, hanya sedikit dugaan bahwa Sakorn sebenarnya masih hidup meskipun sebagian besar keluarganya percaya ia telah meninggal.Selain itu, keluarga juga pasrah dengan kematian Sakorn dan tentunya sudah tidak mengharapkannya untuk kembali kerumah.

Baca Juga: Bergaji Rp 1 Miliar per Bulan hingga Dijuluki Pelawak Termahal di Tanah Air, Sule Akui Sudah Bikin Rumah untuk Tiap Anggota Keluarga: Gak Keitung

Lalu, pada suatu ketika sesuatu yang tidak mereka harapkan tersebut justru menjadi kenyataan.Setelah tujuh bulan berlalu sejak kematian Sakorn, ia kembali ke rumah dan setibanya di sana, dengan santainya Sakorn memasuki rumahnya.

Hal itu justru membuat keluarganya kaget dan ketakutan karena kedatangan Sakorn yang tanpa diundang.Bahkan karena hal itu sepupunya yang terkejut berulang kali menatap Sakorn dan terus menerus menyentuhnya untuk memastikan dia bukan hantu.Ibunya yang benar-benar terkejut melihat putranya pulang ke rumah bertanya padanya, "Kamu sudah mati. Bagaimana kamu bisa kembali?"Sakorn kemudian paham bahwa keluarganya mengira bahwa dia sudah mati tujuh bulan lalu.

Baca Juga: Diiming-imingi Ayahnya akan Bebas, Anak Tahanan Ini Terpaksa Layani Nafsu Bejat Oknum Kapolsek, Endingnya Pelaku Malah Tak Tepati Janji!

Rupanya, kartu identitasnya dicuri oleh seorang pekerja Myanmar yang melarikan diri dari perusahaan perikanan. Dia kemudian mendapatkan kartu penggantinya di kantor distrik di Khanom.Dengan Sakorn asli yang sekarang masih hidup, keluarga dan pihak berwenang tidak tahu siapa yang dikremasi bulan lalu. Identitas mayat itu masih tetap menjadi misteri, setelah kejadian aneh itu, Sakorn telah meminta catatan resmi tentang kematiannya untuk diubah.Kisah seseorang yang disangka sudah meninggal dunia tapi kemudian hidup lagi ternyata bukan pertama kali.

Hal ini juga pernah terjadi di Kenya.

Dilansir dari laman kompas.com, pada 2014, petugas kamar jenazah di rumah sakit Naivasha terkejut dan melarikan diri ketika melihat sesosok mayat bergerak dan terlihat bernapas. Paul Mutora, pria tersebut, sebelumnya mencoba bunuh diri dengan menelan insektisida, dan telah dinyatakan meninggal pada Rabu (08/01) malam waktu setempat. Kepala medis setempat mengatakan obat yang digunakan untuk mengobati pria ini memang memperlambat detak jantung, yang mungkin telah menyebabkan kesalahan pemberian pernyataan meninggal tersebut.

Baca Juga: Syarat Naik Pesawat Selama PPKM Jawa-Bali Berubah Lagi, Mulai 19 Oktober Penumpang Wajib Tes PCR walau Sudah 2 Kali Vaksin, Ini Alasannya yang Mengejutkan!GridPop.ID (*)