Find Us On Social Media :

Idap Penyakit Langka, Gadis Cantik Ini Rasakan Orgasme Non Stop Sepanjang Waktu Meski Tanpa Rangsangan Seksual

By Sintia N, Kamis, 31 Maret 2022 | 20:02 WIB

Ilustrasi wanita lakukan masturbasi

GridPop.ID - Seorang gadis muda bernama Amanda dilaporkan mengidap kelainan seksual langka.

Perempuan asal Michigan, Amerika Serikat itu disebut selalu merasakan kenikmatan birahi seperti orgasme sepanjang waktu.

Beberapa orang pun menganggap apa yang dialami gadis 23 tahun itu adalah sebuah anugerah.

Namun kenyataannya, penyakit langka yang disebut PGAD itu justru membuat Amanda dilanda depresi berat.

Seperti diwartakan GridPop.ID pada 6 Juli 2021 lalu, Amanda menceritakan apa yang dialaminya selama bertahun-tahun itu.

“Anda berpikir ini menggairahkan dan sepertinya menyenangkan,” ujar Amanda.

“Saya bahkan bertemu orang yang bilang, ‘Oh, saya berharap istriku memilikinya’, dan berpikir itu lelucon. Tapi apakah mereka ingin bersama orang gila? Saya pikir tidak begitu.”

Amanda mengatakan bahwa ia selalu menggunakan bantalan pemanas untuk menghilangkan rasa sakit.

Ia juga memasukkan es ke vaginanya untuk mengurangi pembengkakan.

Baca Juga: Bak Petir di Siang Bolong, Digosipkan Gugat Cerai Doni Salmanan saat Hamil, Dinan Fajrina Skakmat Ramalan Denny Darko dengan Bongkar Fakta Ini

Usut punya usut, perempuan berambut pirang ini telah menderita kondisi ini selama bertahun-tahun.

Ketika ia berkonsultasi ke dokter, mereka bilang bahwa tidak ada yang salah dengan kondisinya. Beberapa bahkan bilang ia kecanduan seks.

“Dari usia 15 sampai 18 saya masturbasi terus menerus. Jauh dari rata-rata remaja umur itu. Saya tahu ada yang tidak beres,” jelas perempuan berkaca mata itu.

Ibu Amanda sendiri awalnya tidak mempercayainya. Tapi kini ia menyesalinya.

“Putriku bilang bahwa ia kesakitan tapi para dokter mengatakan tidak ada yang salah. Dan (sialnya) saya mempercayai mereka,” ujar Victoria Enriquez.

“Seluruh keluarga mengira ia hanya pelacur dan saya pikir ia adalah seorang hypochondriac atau sejenisnya.”

Hypochondriac adalah orang yang seumur hidupnya merasa menderita suatu penyakit serius dan gawat, meskipun dari pemeriksaan dokter sama sekali tidak ditemukan kelainan atau sumber penyakit yang mendukung 'keyakinan' itu.

Hingga akhirnya, pada 2013 ia didiagnosis menderita persistent genital arousal disorder (PGAD)—dan tidak ada keluarganya yang tahu penyakit itu.

“Saya mencarinya di internet dan menemukan begitu banyak perempuan lain, dan beberapa laki-laki, yang juga punya masalah ini. Mereka mengerti,” tambah si ibu.

Baca Juga: Sidang Isbat 1 April 2022, Ini Bacaan Doa Kamilin yang Dipanjatkan Usai Salat Tarawih Lengkap Beserta Latin dan Artinya

Hingga saat ini Amanda belum bisa bekerja atau mengemudi karena kondisinya itu. Selain itu ia juga mengalami depresi yang ekstrem.

Untungnya ia bertemu tunangannya yang selalu mendukungnya.

Dan lebih indah lagi, mereka tidak bisa dipisahkan satu dengan yang lain sejak pertama kali bertemu.

Itu adalah “Cinta pada pandangan pertama,” kata Amanda.

Kini, seorang spesialis dari Universitas Michigan, bernama Dr. Priyanka, membantu Amanda untuk penyembuhannya.

Hingga kini, setidaknya ia telah menenggak 30 jenis obat yang berbeda—yang telah membuat giginya membusuk.

Gupta, yang seorang asisten profesor neurologi, yakin kondisi Amanda bisa dikurangi.

“Karena ini adalah diagnosis yang jarang dan ada sedikit penelitian tentang PGAD, kita tidak tahu persis penyebabnya. Kami menduga itu multifaktoral,” ujarnya.

Ia dan pihaknya akan mencoba beberapa terapi yang berbeda dengan harapan kondisi Amanda bisa lebih baik.

Baca Juga: 'Kalau Aku Ngomong Serem', Selama Ini Adem Ayem dengan Bambang Trihatmodjo, Mayangsari Rupanya Punya Ketakutan Soal Ini

Tak hanya dialami oleh wanita, apa yang menimpa Amanda tersebut rupanya juga dialami oleh seorang pria bernama Dale Decker.

Dilansir dari Kompas.com, pria asal Wisconsin, Amerika Serikat itu mengaku mengalami orgasme sampai 100 kali setiap hari mesti tanpa adanya rangsangan seksual.

Terkait hal itu, Dr. Tobias Kohler, ketua divisi infertilitas pria dari Southern Illinois University menjelaskan, saraf yang berperan dalam terjadinya rangsangan genital dan ejakulasi, tersambung dengan tulang belakang. 

Karena itu jika terjadi cidera pada bagian tersebut, secara teori bisa mengganggu sensasi seksual. 

Orang yang mengalami PGAD akan merasakan sensasi di bagian bawah pinggang yang diikuti dengan rangsangan seksual, tanpa terjadinya ereksi.

Kondisi unik tersebut sebenarnya lebih sering dialami oleh perempuan, tapi kini semakin banyak pria yang juga mengalaminya.

Baca Juga: Kepergok Foto Bareng Dalam Satu Acara, Luna Maya Tegaskan Status Hubungannya dengan Ariel NOAH: Kalau Didoain Terima Kasih

GridPop.ID (*)