Find Us On Social Media :

Terjun Bebas dari Jembatan Liliba, Mahasiswa NTT Nekat Akhiri Hidup karena Hal Ini

By Andriana Oky, Minggu, 15 Oktober 2023 | 17:15 WIB

Ilustrasi jenazah

GridPop.ID - Belakangan ini banyak terjadi kasus bunuh diri yang terjadi di kalangan pelajar.

Kasus terbaru seorang mahasiswi di Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan tewas setelah melompat dari jembatan.

Melansir Tribun Style, sosok mahasiswi yang bunuh diri berinisial AKL.

Dugaan sementara, AKL bunuh diri karena frustasi dengan nilai mata kuliahnya yang jelek dan tidak lulus.

Hal tersebut membuat korban tidak bisa mendaftar untuk megikuti wisuda.

Kepala Kepolisian Resor Kupang Kota Komisaris Besar Polisi Rishian Krisna Budhiaswanto, mengatakan, AKL meninggal diduga karena bunuh diri dengan melompat dari jembatan.

Jasadnya ditemukan di bawah jembatan.

AKL diduga sempat mengikuti gladi untuk wisuda di kampusnya sebelum ditemukan meninggal.

"Diduga dia merasa frustrasi karena nilai jelek dan ada beberapa mata kuliah yang tidak lulus sehingga dia tidak wisuda," kata Krisna kepada sejumlah wartawan, Rabu (11/10/2023).

Krisna menjelaskan, setelah AKL ditemukan tewas di bawah Jembatan Liliba, Kelurahan Liliba, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, pihaknya memeriksa sejumlah saksi, termasuk mendatangi kampus tempat AKL kuliah.

"Dari data daftar nilai yang diperoleh, ada beberapa mata kuliah yang tidak lulus dan nilainya yang sangat jelek," ungkap Krisna.

Baca Juga: Jengah Dituding Jadi Biang Kematian NJW, Mantan Pacar Mahasiswi Unnes Buka Suara: Jangan Asal Tuduh!

Selain itu, nama AKL pun tidak terdaftar untuk mengikuti wisuda.

Krisna menyebutkan pihaknya masih akan terus mendalami kasus bunuh diri ini.

Sementara itu jenazah AKL sudah dievakuasi menuju Rumah Sakit Bhayangkara Titus Uly Kupang.

5 Cara Menolong Orang yang Ingin Bunuh Diri

Tunjukkan kita benar-benar peduli dengan mereka

Kita bisa menyampaikan padanya, “aku sangat khawatir mendengar kamu berencana bunuh diri” atau, “aku melihat kamu mengalami depresi berat atas masalah yang kamu ceritakan.” Merasa ada orang yang berempati dan mengerti perasaannya bisa membantu penderita untuk merasa lebih tenang.

Tetap bersosialisasi

Ajak penderita untuk tetap bersosialisasi dengan keluarga dan teman-teman terdekat. Perbanyak waktu bersama-sama untuk melakukan hal-hal yang menyenangkan.

Utamakan keselamatan

Usahakan tidak terlalu mengisolasi penderita. Namun, kita harus tetap waspada dengan mengutamakan keselamatannya. Misalnya, jauhkan benda-benda yang berpotensi menjadi alat bunuh diri, seperti pisau, tali, gunting, dan cutter.

Benar-benar mendengarkan mereka

Baca Juga: Usai Hujani Istri dengan 7 Tembakan, Suami di Bali Pilih Bunuh Diri, Terungkap Penyebabnya!

Sikap yang ditunjukkan biasanya dengan berkata, “aku tidak mau kamu berkata seperti itu lagi” atau kalimat serupa.

Sikap seperti itu merupakan luapan emosi ketika kita mendengar rencana bunuh diri tersebut. Namun itu malah bisa membuat penderita merasa semakin terpukul.

Daripada berkata seperti itu, cobalah berempati dengan berkata, “coba ceritakan perasaanmu. Mengapa kamu sampai berpikir seperti itu?”.

Beritahu mereka untuk bertemu tenaga profesional

Beritahu mereka untuk bertemu dengan tenaga profesional Mereka perlu tahu bahwa ada pilihan perawatan yang bisa mereka dapatkan untuk menolong situasi mereka. Ajak mereka bertemu dengan psikolog atau psikiater.

Jika mereka sudah melakukan upaya bunuh diri, segera hubungi unit gawat darurat atau bawa langsung penderita ke sana

GridPop.ID (*)

Baca Juga: Detik-detik Ibu Gendong Buah Hatinya Hendak 'Terjun' ke Rel Kereta, Ambil Kesempatan saat Suami Lengah