Dibangun Tanpa Semen atau Perekat, Candi Borobudur Simpan Sejarah Hubungan dengan Kerajaan Mataram Kuno

By Veronica S,Grid., Jumat, 3 November 2023 | 13:15 WIB
Rekomendasi tempat makan atau restoran di sekitar Candi Borobudur.

Rekomendasi tempat makan atau restoran di sekitar Candi Borobudur.

GridPop.ID - Candi Borobudur telah ditetapkan sebagai situs warisan dunia atau world heritage sites dan telah diakui UNESCO.

Bukan hanya sekadar situs warisan dunia saja, Candi Borobudur merupakan salah satu peninggalan Kerajaan Mataram Kuno.

Letak Candi Borobudur sendiri di Magelang, Jawa Tengah.

Candi Borobudur telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai Situs Warisan Dunia pada 1991.

Setelah sempat terkubur lama, Candi Borobudur ditemukan kembali pada 1814, saat Thomas Stamford Raffles menjabat sebagai Gubernur Jenderal di Jawa.

Sampai saat ini, belum ditemukan bukti menyebutkan siapa yang membangun Candi Borobudur.

Akan tetapi, Candi Borobudur disebut-sebut masih memiliki hubungan dengan Kerajaan Mataram Kuno.

Hubungan Kerajaan Mataram Kuno dengan Candi Borobudur

Berdasarkan penelitian para ahli, Candi Borobudur diperkirakan dibangun pada abad ke-8, ketika Kerajaan Mataram Kuno diperintah oleh Dinasti Syailendra.

Baca Juga: Viral di TikTok Wanita Dipaksa Cerai oleh Keluarga Mantan Suami Karena Tak Kunjung Hamil, Kini Tengah Menanti Anak Pertama Usai Menikah Lagi

Dinasti Syailendra adalah salah satu dinasti yang berpengaruh dalam sejarah, khususnya di Pulau Jawa dan Sumatera.

Dinasti Syailendra diketahui berkuasa di Kerajaan Mataram Kuno di Jawa Tengah sejak tahun 752.

Dinasti Syailendra merupakan penganut agama Buddha Mahayana.

Oleh sebab itu, diduga pembangunan Candi Borobudur dilakukan oleh para penganut Buddha Mahayana secara bertahap.

Namun, sejumlah sejarawan menyebutkan bahwa pembangunan Candi Borobudur dimulai Dinasti Sanjaya, tetapi baru dapat diselesaikan oleh Dinasti Syailendra yang periode kepemimpinannya menjadi masa emas Kerajaan Mataram Kuno.

Sebab, Candi Borobudur dibangun tanpa semen atau perekat, melainkan menggunakan sistem saling kunci antara batu-batu vulkanik yang dipahat dengan teliti.

Candi ini juga memiliki lebih dari 2.600 panel relief dan lebih dari 500 arca Buddha yang dipahat dengan detail dan artistik.

Selain memiliki nilai sejarah, agama, dan estetika, Candi Borobudur juga memiliki nilai pendidikan, inspirasi, dan toleransi yang tinggi.

Candi Borobudur mengajarkan tentang ajaran Buddha yang menghargai kehidupan, kesadaran, dan kedamaian.

Referensi:

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Hubungan Kerajaan Mataram Kuno dengan Candi Borobudur"

GridPop.ID (*)