Karenanya, Leni membantah dengan tegas isu yang berhembus bahwa Yoris ingin menguasai rumah tersebut usai Tuti dan Amalia tiada.
Sebab sertifikat rumah itu pun tidak diketahui oleh Yoris keberadaannya.
"Enggak ada Yoris pengin menguasai aset, orang itu aset bu Tuti juga, aset keluarga tersangka Y (Yosef)," ujar Leni.
Dari cerita tersebut, Leni juga membantah tudingan kepada Yoris.
Bahwa ada pihak yang mengatakan bahwa Yoris ingin menguasai rumah TKP tersebut.
Padahal diakui Yoris, kunci rumah tersebut kini dipegang polisi.
"Katanya menurut keterangan pengacara tersangka Y (Yosef), rumah dikuasai Yoris kuncinya, itu salah. Karena kunci itu dari kepolisian, dan kunci itu dikasihkan ke tersangka Y (Yosef) ke Yoris," kata Leni.
Heran dengan tuduhan yang diarahkan kubu Yosef, Leni pun mengungkap asumsinya.
Bahwa didiuga kliennya sedang dibidik untuk jadi kambing hitam kasus Subang.
"Bahkan penyidik beranggapan kayaknya mau ngarahin ke Yoris. Karena logikanya kan itu kepala keluarga, kenapa dikasihin ke anak (kunci rumah, perhiasan korban)? udah aja dia yang nyerahin ke polisi," akui Leni.Lebih lanjut, Leni pun membantah Yoris hendak menguasai yayasan.
Diyakini Yoris, dirinya sebagai kepala sekolah hanya menjalani perintah Yosef saja.
"Kalau untuk yayasan itu sendiri ya Yosef yang menguasai, enggak ada di tangan Yoris. Misalkan bilang Yoris yang menguasai semuanya ya Yoris mah enggak punya kekuatan selama papanya (Yosef) ada," ungkap Leni.