Find Us On Social Media :

Izinkan Suami Punya Selingkuhan, Istri Sah Tak Masalah Serumah dengan Pelakor, Kehidupan Ranjang Dibongkar

By Luvy Octaviani, Jumat, 12 Januari 2024 | 06:46 WIB

ilustrasi relationship

"Mereka orang-orang yang merusak moral," hujat netizen.

"Hubungan yang sangat salah," komentar lainnya.

Apa itu sebenarnya poliamori?

Dilansir oleh kompas.com dari Verywell Mind, poliamori adalah filosofi dan praktik mencintai banyak orang sekaligus secara terbuka dan jujur.

Poliamori menekankan pada pilihan berapa banyak pasangan yang ingin dilibatkan dalam suatu hubungan, alih-alih mengikuti norma sosial yang lebih umum diterima.

Menjadi poliamori berarti memiliki hubungan intim atau romantis yang terbuka dengan lebih dari satu orang sekaligus.

Orang yang poliamori dapat memiliki orientasi seksual apa pun, dan hubungan poliamori dapat mencakup orang dengan orientasi seksual yang berbeda.

Tidak seperti open relationship, poliamori dicirikan oleh keintiman emosional serta seksual atau romantis di antara pasangan.

Poliamori juga tidak sama dengan dengan "swinging" atau "bertukar pasangan", yakni pasangan dalam hubungan yang mapan melakukan hubungan seksual biasa dengan orang-orang dari pasangan lain.

Poliamori pun bukan jenis orientasi seksual atau identitas gender.

Baca Juga: Panik Suami Selingkuhan Tetiba Pulang, Pria Ini Bergelantungan di Luar Gedung Tanpa Busana untuk Sembunyi, Aksinya Viral

Namun, orang dari semua orientasi dan identitas dapat berpartisipasi dalam hubungan poliamori, termasuk mereka yang heteroseksual, gay, biseksual, lesbian, transgender, nonbiner, atau panseksual.

Singkatnya, "nonmonogami konsensual" adalah istilah umum yang digunakan para psikolog untuk menggambarkan swinging, open relationship, dan poliamori.

Terkadang, hubungan poliamori bersifat hierarkis (satu hubungan lebih diprioritaskan daripada yang lain) atau bisa juga bersifat setara.

Dalam poliamori yang hierarkis, seseorang mungkin memiliki pasangan primer dan sekunder. GridPop.ID (*)