Panji pun mengklarifikasi asumsi yang berseliweran tersebut.
Menurutnya, asumsi tersebut lantaran dirinya paling diingat dengan aksi bersama ular berbisa sehingga dirinya yang selalu dikaitkan ketika ada masalah seperti ini.
"Mungkin karena alhamdulillah channel saya paling banyak ditonton, jadi selalu dijadikan acuan ketika seperti ini," ucap Panji.
Berkait asumsi yang ada, Panji mengatakan, program yang ia buat dengan melakukan atraksi bersama ular berbisa dan hewan buas lainnya memang bukan diperuntukkan bagi anak-anak.
"Makanya peran orangtua sangat dibutuhkan untuk membimbing bahwa yang mereka lakukan itu tidak baik, tidak benar dan semacamnya," ucap Panji.
Panji pun menegaskan, aksi yang ia lakukan baik di YouTube dan televisi itu memang bukan untuk anak tapi untuk dewasa.
Lantaran hal itu lah, Panji menerapkan peraturan dalam filter di konten YouTube-nya, di mana kontennya hanya bisa diakses oleh penonton di atas usia 10 tahun.
Panji justru mempertanyakan anak-anak yang bisa mengakses konten YouTube-nya, meski masih berusia di bawah 10 tahun.
Seharusnya, lanjut Panji, orangtua sudah mengantisipasi hal ini dengan menyediakan aplikasi YouTube khusus untuk anak-anak.
"Berarti mereka bisa mengakses konten saya dari HP yang ada email orangtua, karena pakai akun dengan usia dewasa, dan YouTube pun sudah ada aplikasi YouTube Kids sebenarnya," ucap Panji.
(*)
Source | : | Kompas.com |
Penulis | : | Sintia Nur Hanifah |
Editor | : | Popi |
Komentar