GridPop.ID - Proses penyelidikan kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang akan memasuki hari ke-90.
Dengan kata lain, 3 bulan sudah penyelidikan kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang ini berlanjut namun belum terungkap siapa dalangnya.
Terkait hal ini, Kapolda Jawa Barat meminta agar aparatnya segera mengungkap pelaku pembunuhan ibu dan anak di Subang ini.
"Karena mengungkap kasus itu kadang bisa satu hari, kadang lama" kata Suntana, di Polda Jabar seperti yang dikutip dari TribunJabar.id.
Pihaknya telah memerintahkan anggotanya agar segera mengungkap pelakunya.
"Dari hasil tempat kejadian perkara (TKP), kami masih memerlukan waktu, tapi saya minta ke serse untuk cepat mengungkap karena itu menyangkut integritas Polri juga," ucapnya.
Saksi kunci, Danu pun tak luput dari sorotan. Kesaksiannya yang berubah-ubah dinilai menyembunyikan sesuatu.
Hal tersebut diungkapkan oleh Dede Sunarya, tokoh masyarakat Subang sekaligus praktisi hukum, Dede Sunarya.
"Keterangan saksi harus konsisten, dengan keterangan saksi yang berubah-ubah pada saat diperiksa ini, kan, memperlihatkan inkonsistensi," ujar Dede Sunarya di Subang, Senin (15/11/2021).
"Dengan keterangan saksi yang berubah-ubah, patut diduga dia menyembunyikan sesuatu atau mempunyai motif lain, jadi itu harus dikembangkan oleh penyidik apa motifnya dia memberikan keterangan yang berbeda," katanya.
Setelah bekerja hampir 3 bulan polisi sendiri sudah mengumpulkan sejumlah bukti baru.
Menurut Kombes Pol Erdi A Chaniago, ada peningkatan dalam pengembangan penyelidikan kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang.
Ia melanjutkan, saat ini sudah 55 orang saksi yang diperiksa termasuk saksi kunci dalam kasus tersebut.
"Hasil pengembangan penyelidikan dan penyidikan oleh Polres Subang, sementara ini sudah ada peningkatan dan telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi."
"Sekarang sudah berjumlah 55 orang saksi yang diperiksa," kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Erdi A Chaniago seperti yang dilansir dari TribunJabar.id via Tribunnews.com.
Erdi meminta masyarakat bersabar menunggu hasil gelar perkara penetapan tersangka kasus tersebut.
"Terkait penentuan siapa pelakunya, kami mohon masyarakat bersabar, karena betul-betul perlu kehati-hatian dan ini menyangkut nyawa orang dan hak asasi manusia," tuturnya.
"Percayakan kepada penyidik yang melakukan pemeriksaan, baik di olah TKP, maupun pengumpulan bukti-bukti dan saksi-saksi yang sudah dimintai keterangan, " kata Erdi, menambahkan.
GridPop.ID (*)
Source | : | Tribunnews.com,TribunJabar |
Penulis | : | Andriana Oky |
Editor | : | Andriana Oky |
Komentar