Find Us On Social Media :

Hanya Karena Tak Muat Masuk ke Koper, Pelaku Pembunuhan Budi Hartanto Memotong Kepala Korban Usai Membunuhnya

By Veronica Sri Wahyu Wardiningsih, Minggu, 14 April 2019 | 17:10 WIB

pelaku pembunuhan guru honorer Budi Hartanto sempat ketakutan usai melakukan pembunuhan

GridPop.ID - Kasus pembunuhan sekaligus mutilasi korban atas nama Budi Hartanto kian terungkap.

Sebagaimana diketahui, jasad Budi Hartanto ditemukan namun dengan kondisi termutilasi.

Bagian tubuh guru honorer ini ditemukan dalam sebuah koper sementara bagian kepalanya ditemukan terpisah.

Baca Juga : Pasca Mayat Budi Hartanto Ditemukan Oleh Polisi, Tetangga Sebut Tersangka Sempat Menjerit Ketakutan Saat Malam Hari!

Setelah 9 hari akhirnya potongan kepala Budi Hartanto ditemukan.

Dikutip dari Tribunnews.com, Minggu (14/4), potongan kepala korban mutilasi ditemukan tim petugas gabungan Inafis Polda Jatim dan Polres Kediri di Sungai Kras, Dusun Plosokerep, Desa Bleber, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri, Jumat (12/4).

Penemuan potongan kepala korban menyusul ditangkapnya dua tersangka pelaku mutilasi.

Baca Juga : Selain Membunuh Budi Hartanto Secara Bergantian, Pelaku Pembunuhan Mayat dalam Koper Gunakan Dua Senjata Tajam

Pelaku pembunuhan Budi Hartanto ada dua orang, berinsial AP dan AJ.

Keduanya berjenis kelamin laki-laki, mereka ditangkap pada Kamis (11/4/2019).

TribunStyle memberitakan, kini kedua tersangka sudah digelandang ke Ruang Penyidik Subdit Jatanras Polda Jatim di Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum.

Keduanya pun diinterogasi oleh pihak berwajib guna mengumpulkan laporan dan kronologi kejadian pembunuhan.

Kepada polisi, tersangka AJ menceritakan kronologi pembunuhan Budi Hartanto.

Baca Juga : Kondisi Terakhir Budi Hartanto Sebelum Ditemukan Tewas Termutilasi dalam Koper, Sempat Berpamitan hingga Tunjukkan Sikap yang Tidak Biasa

AJ mengaku bahwa dirinya yang pertama melakukan proses mutilasi.

Namun dalam prosesnya, AJ mengalami kesulitan dan dibantu oleh AP.

Belangan terungkap alasan kedua pelaku melakukan mutilasi pada kepala Budi Hartanto.

Baca Juga : Ungkapan Pilu Keluarga Korban Mutilasi Tanpa Kepala yang Ditemukan dalam Koper, Ibunda Budi Hartanto: Anak Saya Salahnya Apa?

Dikutip dari Tribun Pekanbaru, rupanya alasan kedua pelaku memotong kepala korban bukan untuk mengelabuhi polisi.

Tak disangka, alasan mereka cukup sepele.

Mereka memotong kepala korban hanya karena koper yang digunakan untuk membuang jasad korban tidak cukup.

Kombes Frans Barung Mangera mengatakan, penyidik menduga ada dua penyebab pelaku memutilasi mayat guru horoner Budi Hartanto yang ditemukan di dalam koper di Blitar.

Baca Juga : Pelaku Pembunuhan Mayat Tanpa Kepala yang Ditemukan dalam Koper Ditangkap Polisi, Tetangga Ungkap Kepribadiannya Justru Jauh dari Kata Seram

Kemungkinan pertama adalah untuk menghilangkan jejak, tapi ternyata bukan itu alasannya.

"Karena itu, pelaku harus memotong leher korbannya agar bisa dimasukkannya ke dalam koper," jelas Kombes Pol Frans Barung Mangera.

Misteri hilangnya potongan kepala Budi Hartanto asal Kediri yang dibunuh dan tubuhnya dimutilasi akhirnya terungkap.

Kabid Humas Polda Jatim Kombespol Frans Barung Mangera mengungkapkan, potongan tubuh tersebut selama ini disimpan pelaku berinisial AJ di Desa Beleber, Kabupaten Kediri.

Baca Juga : Diduga Jadi Korban Pembunuhan Terencana, Jenazah Wanita Ditemukan Tertutup Daun Pisang dan Dibuang di Pinggir Jalan Tol Jagorawi

Proses penyimpanan itu, ungkap Barung, dilakukan dengan cara dipendam dalam sepetak bidang tanah di kawasan tersebut.

"Di desa Kediri itu, bagian tubuh korban dibawa AJ,"katanya pada awak media, Jumat (12/4/2019).

Barung menerangkan, kondisi potongan tubuh itu tak lagi utuh karena telah lama mengalami proses pembusukan.

"Ya karena dikubur dan sudah melewati proses pembusukan," lanjutnya.

Baca Juga : Kronologi Lengkap Pembunuhan Tragis Melinda Zidemi, Terdapat Korban Anak Usia 9 Tahun hingga Kondisi Jenazah

Kendati demikian, pihaknya telah memastikan potongan kepala itu adalah Budi Hartanto, setelah dipastikan Tim Forensik Polda Jatim.

"Kami sudah memastikan itu kepala korban karena sudah kami identifikasi. Darahnya identik dengan darah korban," tandasnya. (*)