Find Us On Social Media :

Kisah Pilu Polisi yang Bertugas Mengganjal Ban di Jalur Maut Sarangan, 6 Tahun Bertugas Saat Lebaran Hingga Dikerjai Pengendara

By Bunga Mardiriana, Minggu, 9 Juni 2019 | 14:44 WIB

Anggota Kepolisian Resor Magetan yang bertugas sebagai tim pengganjal ban di tikungan dan tanjakan curam di jalur Telaga Sarangan

GridPop.ID - Pada perayaan Idul Fitri bersilaturahmi dengan keluarga dan orang tua sudah menjadi sebuah tradisi yang wajib dilakukan.

Terlebih jika kita tinggal berjauhan dengan keluarga.

Namun hal ini justru tak dirasakan oleh anggota polisi yang bertugas saat lebaran.

Baca Juga: Soroti Bom Bunuh Diri di Kartasura, Buya Syafii Berujar Agama Bukan untuk Bangun Kebiadaban, Mahfud MD Tegaskan Polisi Harus Usut Tuntas dan Terbuka

Salah satunya adalah Bripka Arif Budianto yang bertugas di jalan tikungan tajam di kawasan wisata Telaga Saranan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur.

Di tikungan tajam dengan tanjakan curam tersebut, ia dan belasan polisi lainnya sudah bersiap-siap dengan kayu pengganjal ban.

Melansir dari Kompas.com, anggota Polres Magetan tersebut sudah 6 tahun ditugaskan menjadi anggota ganjal ban di tanjakan di wisata Sarangan.

Baca Juga: 3 Fakta Pelaku Bom Bunuh Diri di Pos Polisi Kartasura Sukoharjo, Diduga Terpengaruh Pengaruh ISIS dan Pernah Hilang Secara Misterius

Arif mengaku dalam setahun dirinya bisa bertugas tiga kali, yaitu pada Hari Raya Lebaran, Tahun Baru dan Hari Raya Idul Adha.

Karena pada saat itulah kunjungan wisatawan ke Telaga Sarangan mengalami kenaikan tajam.

6 tahun bertugas sebagai pasukan pengganjal ban, Bripka Arif mengaku hapal dengan tanda-tanda kendaraan yang tak kuat menanjak.

Baca Juga: Raffi Ahmad Dibawa Paksa ke Kantor Polisi Karena Kasus Narkoba, Nagita Slavina Pasang Badan hingga Teriak Hajar Petugas!

"Biasanya kalau suara mesinnya berat, kami sudah waspada untuk mengantisipasi dengan ganjal," ujarnya Sabtu (8/6/2019).

Meski usia kendaraan sangat memengaruhi kemampuan menanjak di Jalur maut Sarangan, namun kebanyakan para pengguna jalan yang tidak bisa menanjak, biasanya adalah wisatawan jauh yang tidak mengetahui medan jalan di jalur tersebut.

Banyaknya tikungan serta curamnya tanjakan maupun turunan, lanjut Bripka Arif, sangat menyulitkan pengemudi yang baru pertama kali melewati jalur tersebut.

Baca Juga: Bom Bunuh Diri di Sukoharjo Incar Polisi, Pelaku Sengaja Cari Titik Lelah, Apa Maksudnya?

Pengalaman kurang menyenangkan juga pernah dialami oleh Bripka Arif saat bertugas.

Dirinya pernah dikerjai oleh pengemudi yang berpura-pura motornya tak kuat untuk menanjak.

Meski begitu, para pengendara justru berterima kasih karena telah dibantu untuk mendorong kendaraannya.

Baca Juga: Koordinator Relawan IT Prabowo-Sandi, Mustofa Nahrawardaya Dicokok Polisi, Diduga Lontarkan SARA dan Ujaran Kebencian

"Pernah juga dikerjain gitu, tetapi enggak apa-apa kami senang membantu masyarakat. Meski ada yang usil, tetapi lebih banyak yang berterima kasih karena dibantu," imbuhnya.

Sulitnya medan yang ada dalam di Sarangan membuat jalur tersebut disebut jalur maut oleh para pengendara yang melintas.

Melansir dari Grid Oto, pada tahun 2018 sudah pernah terjadi kecelakaan yang menyebabkan sebuah mobil terjun ke jurang Sarangan sedalam 200 meter. (*)