Find Us On Social Media :

Mengerikan, Ini 4 Bahaya Sandal Jepit yang Jarang Terekspos, Mulai Nyeri Punggung Hingga Cacat Kaki Pada Anak!

By Popi, Sabtu, 14 September 2019 | 11:15 WIB

4 Bahaya tersembunyi di balik sandal jepit

Gridpop.id - Semua orang pasti mengenal sandal jepit.

Sandal jepit sangat populer di tengah masyarakat.

Bentuknya sederhana, ringan, lunak, dan nyaman dipakai, menjadikan alas kaki ini favorit semua orang. 

Saking favoritnya, alas kaki ini dapat mudah ditemukan di mana-mana, di mal, di kafe.

Bahkan di pelataran tempat ibadah seperti masjid. 

Baca Juga: Perempuan Cantik Ini Buka Jasa Pelukan dengan Tarif Rp1,1 Juta per Jam! Begini Kode Perilaku yang Wajib Ditandatangani

Namun, di balik kenyamanannya ternyata sandal jepit juga bisa berdampak buruk bagi pertumbuhan kaki.

Apa sajakah dampak buruknya, berikut yang perlu diketahui: 

1. SEBABKAN KESELEO DAN NYERI KAKI 

Penelitian yang dilakukan para dokter ortopedi dari Mount Sinai School of Medicine, New York City, menemukan, ternyata sandal jepit memiliki banyak kelemahan.

Hal itu  dapat menimbulkan gangguan kesehatan pada kaki, persendian, serta tulang.

Baca Juga: Bertemu di Dunia Maya dan Tidak Direstui Orangtua, Tak Disangka, Wanita Ini Dinikahi Pria Kaya Raya hingga Alami Kejadian Mengejutkan Ini

Ini karena umumnya sandal jepit berbentuk rata atau datar (flat) sehingga tidak bisa men-dukung kontur kaki yang berlekuk.

Akibatnya, posisi berdiri jadi terganggu sehingga kerap muncul keluhan sakit sendi kaki.

Apalagi kalau sandal jepit digunakan dalam waktu lama dengan jarak tempuh yang jauh, risiko nyeri kaki pun semakin tinggi. 

2. SEBABKAN NYERI PINGGANG

Masih menurut penelitian yang sama, cara memakai sandal jepit mengharuskan jari jempol dan tengah menjepit mencengkeram sandal yang membuat otot menegang, dari pergelangan kaki, betis, pinggul, bahkan hingga punggung.

Kondisi yang menegang ini dalam jangka waktu lama dapat mengakibatkan  nyeri pada pinggang dan punggung.

3. KECACATAN KAKI, BILA DIPAKAI ANAK 

dr. Meidy Triangto, Sp.KFR, dari Klinik Kids Foot Rehabilitation Center di RS Mitra Keluarga Kelapa Gading Jakarta Utara, mengatakan, sandal jepit tidak direkomendasikan dipakai balita.

Sebab, penggunaan sandal pada usia ini berisiko sebabkan kecacatan pada kaki. 

Ingat, pertumbuhan kaki anak usia ini sedang berjalan, sudut-sudut tungkai (lutut dan kaki) pun sedang terbentuk, jadi perlu hati-hati ketika menggunakan sandal jepit, terutama jika digunakan terlalu lama.

Pasalnya, keabnormalan pertumbuhan kaki bisa saja terjadi.

Baca Juga: BJ Habibie Disebut Bakal Donor Kornea Mata Untuk Putra Bungsunya, Ilham Akbar Ungkap Fakta Sebenarnya Mengenai Gangguan Penglihatan yang Dialami Sang Adik

Semisal posisi telapak kaki tidak simetris, telapak kaki semakin lebar karena bagian sampingnya tidak ada penahannya seperti sepatu, persendian mengalami rotasi, dan lainnya.

Alasannya, terang Meidy, sama dengan yang dikemukakan para dokter dari Mount Sinai School of Medicine, yaitu, sandal jepit tidak mampu menopang kaki secara maksimal karena desainnya yang sederhana.

Umumnya, alas sandal jepit itu flat atau rata, hanya dijepit di bagian depan sehingga ketika melangkah, bagian belakang sandal akan tertinggal.

Kaki pun berusaha menyesuaikan, padahal seharusnya kakilah yang di-support supayaperkembangannya tetap baik.

Baca Juga: Viral Kisah Mahasiswa Indonesia yang Berkuliah di Jerman, Pernah Disapa BJ Habibie Saat Belanja di Supermarket: Beliau Tetap Memperkenalkan Diri Meskipun Sudah Terkenal

4. MUDAH TERJATUH DAN TERPELESET, 

Ketika memakai sandal jepit, seseorang akan lebih mudah mengalami insiden seperti terjatuh atau terpeleset.

Bagian bawah sandal yang tipis, meskipun terbuat dari karet rawan selip, terpeleset, atau bahkan terjatuh, saat mengenai permukaan yang licin seperti lantai yang baru di pel. 

Tak hanya itu, bagian solny yang tipis membuat sandal mudah ditembus oleh benda tajam yang biasa ditemui di jalanan seperti paku, pecahan kaca, dan sebagainya.

Artinya, berisiko besar penggunannya alami cedera. 

Pakailah sandal hanya saat berada di rumah, liburan di pantai, atau saat berjalan menempuh jarak yang pendek.