Find Us On Social Media :

Pulau Eksotis dan Menawan Ini Punya Tradisi Aneh, Pengunjungnya Dilarang Mengenakan Baju, Ini Alasannya Baju

By None, Kamis, 7 November 2019 | 17:18 WIB

Pulau Okinishima

GridPop.id - Banyak hal ajaib dan unik yang terjadi di berbagai belahan dunia.

Di Inggris, ada kampung bernama Spielplatz.

Semua pengunjungnya, diwajibkan untuk telanjang bulat.

Tapi banyak yang tak tahu, ada wilayah yang terapkan peraturan serupa di Jepang.

Namanya Pulau Okinoshima.

Baca Juga: Tewas di Pegunungan Tahun 1942, Begini Kondisi Jenazah Korban Usai Tertimbun Es Selama 75 Tahun, Lihat Bagaimana Alam Menjaganya

Bila mencarinya di peta, pulau kecil ini terletak di bawah Korea Selatan.

Secara administratif, pulau ini masuk dalam wilayah Kota Munakata, di Fukuoka, Jepang. 

Meski punya tradisi nyeleneh, pulau ini dimasukkan PBB ke dalam daftar situs dunia atau the world heritage lho.

Lalu, mengapa di pulau ini diwajibkan telanjang?

Alasannya adalah soal tradisi shinto, sebuah jalan hidup atau kepercayaan yang dianut oleh orang Jepang.

Pulau Okinoshima adalah pulau suci yang sangat disakralkan.

Hanya ada satu orang yang tinggal di sana, yakni penjaga dari pulau ini.

Boleh-boleh saja sih kalau mau berkunjung ke sana.

Baca Juga: Geger Mulan Jameela Tempuh Sekolah Dasar Hanya 3 Tahun, Fakta Baru Justru Kembali Terungkap dan Bikin Tercengang: Itulah yang Paling Benar!

Tapi ya itu, syaratnya, anda harus menanggalkan pakaian.

Ada lagi, pulau ini hanya boleh dikunjungi laki-laki.

Tak jelas mengapa pemuka shinto melarang wanita berkunjung.

Tapi ada yang mengatakan, wanita dalam kondisi haid, akan mengotori kesucian tempat sakral ini. 

"Dalam shinto, darah itu kotor," ujar Ryo Hashimoto, seorang budayawan Jepang.

Tapi ada juga yang mengatakan, perjalanan menuju pulau ini termasuk berbahaya.

Itulah mengapa wanita dilarang.

Baca Juga: Rizky Febian Shock Dengar Kehamilan Ibunya, Sule Tak Tinggal Diam Ungkap Fakta Sebenarnya: Sejago-jagonya Menyimpan Rahasia Akhirnya Terbongkar Juga

Bagi yang ingin ke pulau ini, waktu kunjungan sangat dibatasi.

Setiap tahun, hanya ada satu hari dimana pulau ini dibuka untuk umum, yakni tiap tanggal 27 Mei.

Bila pulang, pengunjung dilarang membawa benda apapun dari pulau ini.

Bahkan sepotong rumput pun dilarang untuk dibawa pulang. (*)