Find Us On Social Media :

Kelabui hingga Bohongi Guru Anaknya, Ayah Siswi SMP yang Tewas di Gorong-gorong Hanya Ingin Guru Sekolah Cepat Hengkang dari Tempat Kerjanya: Saya Lagi Sibuk

By Septiana Risti Hapsari, Rabu, 12 Februari 2020 | 20:00 WIB

Ilustrasi pembunuhan

GridPop.ID- Warga Tasikmalaya sempat dihebohkan dengan penemuan mayat seorang siswi SMP yang masih berseragam pramuka lengkap di saluran drainase depan gerbang SMP N 6 Tasikmalaya.

Mayat tersebut ternyata adalah siswi dari sekolah tersebut, kelas VII D, bernama Delis Sulistina.

Delis sempat dilaporkan sebagai anak hilang karena tidak pulang-pulang seusai jam pulang sekolah.

Setelah ditemukan, mayat Delis kemudian divisum, dan hasilnya ditemukan banyak luka ditubuhnya.

Baca Juga: Wabah Virus Corona di Wuhan Merajalela, Daging Ular dan Biawak Dihilangkan dari Menu GrabFood, Begini Penjelasannya

Dari pengakuan sang ibu, Delis ini termasuk korban bullying di sekolahnya.

Kasus kematian Delis sendiri sampai sekarang belum terpecahkan.

Hingga akhirnya, ayah dari Delis, Budi Rahmat (45) mau membuka mulut terkait kematian anaknya.

Ia mengaku berbohong bahwa Delis Sulistina (13), anak kandungnya, berada di rumah saat para guru mencari Delis di tempat kerjanya.

Baca Juga: Jumlah Korban Meninggal Akibat Virus Corona di Wuhan Meningkat Menjadi 1.113 orang, Kini Serang 500 Petugas Medis!

Sebelumnya, Wakil Kepsek SMPN 6 Tasikmalaya mengatakan, pihak sekolah mencari Delis ke rumah ayahnya pada Jumat karena pada Kamis, sang ibu, Wati, melaporkan bahwa Delis tidak pulang ke rumah pada Rabu.

Saat dikonfirmasi, Budi Rahmat mengaku berbohong kepada guru anaknya bahwa Delis bersama dirinya.

Budi mengaku, sebenarnya Delis tidak bersama dirinya kala itu.

Ia hanya ingin guru putrinya itu segera hengkang dari tempat Budi bekerja, makanya ia berbohong.

"Supaya cepat saja, Pak. Saya lagi sibuk kerja, dan supaya guru sekolah anak saya cepat pulang," katanya saat ditemui Kompas.com, Selasa (11/2/2020).

Baca Juga: Jumlah Korban Meninggal Kasus Virus Corona Tembus 1.013 Orang, Ahli Sebut Seharusnya ada 6 Korban di Indonesia, Ini Alasannya

Ayah Delis mengaku sebagai pria pelupa

Budi mengaku termasuk pria pelupa dan hal itu merupakan bawaan sejak lahir. Kata Budi, kondisi itu akibat dari ibunya yang sering mengonsumsi obat-obatan saat mengandung dirinya.

Bahkan, Budi juga mengaku lupa saat ia menjawab pihak sekolah yang sempat menemuinya dan ia hanya teringat bahwa Delis sedang bersama dirinya.

"Waktu itu juga selain supaya guru itu cepat pulang, saya teringat kalau Delis sedang bersama saya," kata Budi yang didampingi istri barunya.

Baca Juga: Berdalih Sebulan Tak Pernah Bertemu Wanita, Nafsu Pemuda Ini Memuncak hingga Nekat Perkosa Nenek 51 Tahun, Begini Kronologinya!

"Saya ada sakit di otak, hilang ingatan, karena efek ibu saat mengandung saya terlalu banyak minum obat. Katanya gitu kata orang tua saya."

Mengaku selalu beri nafkah tiap bulan ke Delis

Selama ini pun, Budi mengaku selalu memberi nafkah kepada anaknya tiap bulannya.

Bahkan, nafkah yang diberikan itu atas sepengetahuan istri barunya atau ibu tiri anaknya selama ini.

Baca Juga: Hanya Demi Uang 15 Juta, Wanita Ini Ngotot Tahan Rasa Sakit Karena Selundupkan Narkoba dari Malaysia ke Surabaya di Dalam Alat Vitalnya!

Dirinya pun selama ini hanya mengandalkan penghasilan gajinya sebagai pelayan salah satu rumah makan di Kota Tasikmalaya.

"Kalau setiap saya gajian, saya selalu membagi nafkah untuk anak saya dan istri saya yang baru di rumah," ujarnya.

Baca Juga: Viral, Pemuda Ngamuk hingga Banting Motor di Depan Pacar, Aksinya Dikecam Netizen: Banting Barang Orang, Disuruh Ganti Sanggup Nggak?

Diberitakan sebelumnya, kasus ini bermula saat warga Cilembang Kecamatan Cihideung Kota Tasikmalaya, digegerkan dengan temuan sesosok mayat perempuan tersembunyi di gorong-gorong depan gerbang sekolahnya di SMPN 6 Tasikmalaya, Senin (27/1/2020) sore.

Mayat tersebut saat ditemukan masih berseragam Pramuka lengkap dan berkerudung, dan ditemukan di sampingnya tas sekolah berisi identitasnya serta buku-buku sekolah.

Baca Juga: Khawatir Gajinya Tak Cukup Biayai Rumah Tangga karena Istri Berhenti Kerja, Pria Ini Alami Hal Tak Terduga: Uangnya Tak Pernah Habis?

Sampai hari ini, polisi masih menunggu hasil otopsi oleh tim Forensik Polda Jawa Barat dan telah memeriksa sembilan orang saksi untuk mengungkap misteri kematian siswi SMP di Tasikmalaya tersebut.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ayah Siswi SMP yang Tewas di Gorong-gorong Mengaku Berbohong ke Guru"