Find Us On Social Media :

Ambil Langkah Tegas untuk Putuskan Rantai Penyebaran Virus Corona, Cut Tari Berhenti Sementara: Berapapun Nominalnya Tidak Sebanding dengan Keselamatan Jiwa Saya!

By Maria Andriana Oky, Rabu, 25 Maret 2020 | 20:00 WIB

Cut Tari

Mengutip Kompas.com, juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona Achmad Yurianto mengatakan hingga Selasa (24/3/2020), total ada 686 kasus Covid-19 di Indonesia.

Angka ini bertambah 107 pasien dari data yang dirilis sebelumnya, Senin (23/3/2020).

Baca Juga: Kondisinya Kian Memburuk Hingga Akhirnya Tutup Usia, Tangis Keluarga Pecah saat Soekarno Ucap 1 Kata Lirih Namun Tak Sanggup Selesaikan Kalimat Terakhir

"Berdasarkan data yang diterima pemerintah sejak Senin (23/3/2020) pukul 12.00 WIB hingga Selasa siang ini pukul 12.00 WIB.

"Ada penambahan kasus baru 107 orang sehingga totalnya ada 686 orang," ujar Yuri dalam konferensi pers di Graha BNPB, Selasa sore.

Dari jumlah itu, pemerintah menyebutkan bahwa total ada 30 pasien yang dinyatakan sembuh dan boleh pulang.

Sementara 55 pasien meninggal dunia.

Dalam kesempatan yang sama, Yurianto menjelaskan saat ini ada 71 pasien yang tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran.

Baca Juga: Bak Angin Segar di Tengah Gempuran Virus Corona, Presiden Jokowi Umumkan Akan Beri Kelonggaran Kredit Kendaraan Atau Usaha Serta Penurunan Bunga Selama 1 Tahun!

Mereka berada dalam kondisi sakit ringan dan sedang.

"Secara umum kondisi mereka adalah dalam kondisi sakit ringan, sedang," ujar Yuri.

Berdasarkan data, RS Darurat Covid-19 telah menerima 102 pasien hingga Selasa (24/3/2020) siang.

Setelah menjalani pemeriksaan, petugas kemudian memulangkan 31 pasien karena dianggap tidak perlu mendapat perawatan.

Baca Juga: Wabah Virus Corona Belum Mereda, China Digegerkan dengan Kasus Virus Baru, Seorang Pria Meninggal Dunia di Bus Karena Hantavirus, Ternyata Begini Cara Penyebarannya!

Sedangkan, dari 71 pasien yang menjalani perawatan, dua pasien di antaranya akan dipindah ke rumah sakit rujukan di RSPAD Gatot Soebroto.

"Ada dua yang kita lihat, ada faktor komorbid yang mempengaruhi, oleh karena itu kita rujuk menuju rumah sakit rujukan adalah RSPAD yang waktu itu kita tempatkan," kata Yuri. (*)