Find Us On Social Media :

Viral, Keluarga Nekat Buka Plastik Jenazah Pasien PDP Corona, Pemerintah Sayangkan Sikap Keluarga Tak Patuh Prosedur Standar Korban Terinfeksi Covid-19 Lantaran Bisa Bahayakan Pelayat dan Kerabat Lain

By Luvy Yulia Octaviani, Senin, 30 Maret 2020 | 09:15 WIB

Ilustrasi Jenazah.

Menunggu hasil tes corona Sembari menunggu hasil laboratorium, ia meminta masyarakat tidak berspekulasi terkait status pasien yang meninggal pada Senin (23/3/2020), setelah diisolasi selama 3 hari di RSUD Bahteramas Sultra itu. Pihaknya masih menunggu hasil uji swab yang telah dikirim ke Laboratorium Litbang Kementerian Kesehatan di Jakarta.Hal itu untuk pengujian dan memastikan apakah pasien status PDP positif terinfeksi virus corona atau tidak.

Baca Juga: Kenakan Baju Simpel dan Sederhana Ketika di Rumah, Netizen Dibuat Salah Fokus dengan Brand Baju Nagita Slavina: Baju Ini Lumayan Mahal Kalo untuk di Rumah Ya Allah!"Belum positif Corona. Jadi, dia statusnya suspect corona atau terminologinya sekarang PDP. Korban sudah di-swab, hari Selasa kemarin dikirim ke Jakarta, kami menunggu hasilnya tiga sampai lima hari keluar," kata dr Wayong. Kurang pemahaman Sementara itu, Dokter Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Kepolisian Daerah (Polda) Sultra, Komisaris polisi dr Mauluddin menuturkan, tindakan yang dilakukan pihak RSUD Bahteramas sudah sesuai standar penanganan jenazah infeksi corona, yaitu membungkus jenazah dengan pakaiannya, mengkafaninya lalu dibungkus plastik kedap."Maksudnya apa, supaya kuman ataupun cairan tubuh tidak berpindah ke orang lain. Sehingga diharapkan memang, pada saat penyerahan jenazah ini, keluarga tidak membuka lagi bungkus dari jenazah tersebut," ungkap dr Mauluddin. Sikap keluarga terhadap jenazah seperti yang sudah viral di media sosial akibat kurangnya pemahaman masyarakat terhadap penanganan pasien infeksi, apalagi terkait PDP Covid-19.

Baca Juga: Perlu Diwaspadai, Tak Hanya Lewat Percikan Air Ludah Ketika Batuk dan Bersin, Peneliti Ungkap Potensi Air Mata Bisa Tularkan Virus Corona, Apakah Benar?