Find Us On Social Media :

Idap VIrus Corona, Karyawan Sebuah Departemen Ini Disiksa dan Dibunuh dengan Sadis Sepert Adegani Dalam Film, Mayatnya Hilang Misterius!

By None, Rabu, 29 April 2020 | 05:00 WIB

Ilustrasi

 

GridPop.di - Sampai hari ini Covid 19 alias virus  corona belum berhasil dihemtikan.

Virus Corona telah mengakibatkan dunia.lumpuh.

Sudah ratusan negara jadi korban virus  corona.

Negara Korea Utara juga ikut mengisolasi warganya yang diduga terjangkit virus corona.

Baca Juga: 15 Tahun Silam Pernah Berencana Nikah Muda, Nicholas Saputra Urungkan Niat Lepas Status Lajang Karena Dilarang Keras oleh Sosok Ini Hingga Merasa Bersalah: Gue Merasa Berdosa

Pemerintah di berbagai negara kini tengah gencar melakukan antisipasi penyebaran virus tersebut.

Dibalik hiruk pikuk itu, rupanya tersimpan beragam cerita miris hingga mencengangkan.

Salah satunya adalah kejadian menegangkan yang terjadi di negara Korea Utama.

Seorang pejabat Korea Utara yang diduga terinfeksi virus corona, dieksekusi mati lantaran telah melanggar karantina.

Pejabat tersebut melanggar karantina dan nekat pergi ke tempat pemandian umum.

Dilansir dari DailyMail pada Jumat (14/2/2020), terdapat laporan dari Korea Selatan yang mengungkapkan pegawai di bidang perdagangan itu ditangkap dan langsung dtembak mati.

Mayatnya tak diketahui keberadaannya dan hilang misterius.

Hal tersebut dilakukan untuk menghindari resiko penyebaran virus corona lebih masif lagi.

Diberitakan pejabat tersebut diduga menderita virus corona, dan ditempatkan dalam isolasi di ruang karantina setelah melakukan perjalanan ke China.

Baca Juga: Tengah Berbadan Dua, Irish Bella Ngotot Tetap Ingin Ikut Laksanakan Puasa Hingga Sempat Cekcok Bikin Khawatir Suami, Ammar Zoni: Lebih Baik Jangan Dipaksakan!

Kim Jong-un juga memberi perintah pengawasan ketat pada tempat karantina itu dengan hukum militer.

Hingga saat ini terkait eksekusi mati tersebut tidak ada konfirmasi dari Korea Utara.

Selain itu, seorang pejabat lain dikatakan telah diasingkan ke sebuah pertanian Korea Utara setelah mencoba menutupi perjalanannya ke China.

Pejabat kedua dilaporkan adalah anggota Badan Keamanan Nasional kerajaan rahasia.

Baca Juga: Awalnya Cuma Iseng Ikut Puasa Ramadhan, Wanita Non Muslim Ini Malah Kepincut Agama Islam Hingga Mantap Jadi Mualaf: Saya Merasa Segala Dosa Diambil

Wabah virus corona masih saja menjadi momok bagi warga dunia, termasuk juga Korea Utara.

Pemerintah melakukan karantina bagi masyarakat yang dicurigai potensial menyebarkan virus memtaikan yang berasal dari Wuhan tersebut.

Termasuk juga bagi warga maupun pejabat yang melakukan perjalanan ke China.

Pyongyang, Korea Utara pun mengumumkan bahwa karantina telah diperpanjang menjadi 30 hari, melampaui periode 14 hari yang direkomendasikan oleh badan kesehatan dunia.

Korea Utara hampir sepenuhnya menutup perbatasan dengan China, negara satu-satunya sekutu diplomatik utamanya.

Penerbangan telah dikurangi dengan jalan dan rel kereta baik yang ditutup atau sangat dibatasi, sementara turis asing telah dilarang masuk ke Korea Utara.

Baca Juga: Sebut Dirinya yang Bikin Hebat Dewa 19, Ahmad Dhani Blak-blakan Bandingkan Kehebatan Band yang Digawanginya dengan 3 Band Papan Atas Indonesia

Pyongyang juga menangguhkan operasi di kantor penghubung yang telah mereka jalankan bersama dengan Korea Selatan yang terletak di utara perbatasan

Media pemerintah melaporkan bahwa Palang Merah Korea Utara telah dikerahkan ke daerah yang relevan penyebaran virus corona, memantau orang-orang yang mungkin saja terinfeksi.

"Palang Merah Korea Utara terus menyebarkan informasi soal virus corona dalam berbagai bentuk, dan juga memberikan metode-metode medis umum, juga mendorong orang lebih aktif, dan saling membantu," lapor KCNA.

Puluhan ribu pekerja Korea Utara diyakini bekerja di China, PBB pun memerintahkan agar Beijing mengirim mereka kembali ke rumah pada bulan Desember 2019.

Baca Juga: 2 Kali Berbuat Mesum di Area Bumi Perkemahan, Janda Muda dan Berondongnya Diciduk Polisi Sedang Asyik di Lokasi Ini, Ending Kisahnya Tak Terduga!

Tidak diketahui berapa banyak dari mereka yang kembali ke rumah.

Pejabat Organisasi Kesehatan Dunia yang berpusat di Pyongyang mengatakan mereka tidak mengetahui adanya kasus Virus Corona yang telah dikonfirmasi.

Namun, beberapa media Korea Selatan melaporkan banyak kasus orang terinfeksi bahkan berujung kematian akibat virus corona di Korea Utara.

Di sisi lain, Korea Utara mengambil tindakan karantina keras yang serupa selama penyebaran SARS 2002-03, yang juga dimulai di Cina, tempo hari. (*)

Baca Juga: Pertaruhkan Nyawa Menolong Pasien Covid-19, 3 Perawat RSUD Bung Karno Solo Malah Diusir dari Indekos Karena Warga Takut Tertular Virus Corona, Begini Nasib Mereka Saat Ini!

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Pejabat Korea Utara yang Diduga Terinfeksi Virus Corona Ditembak Mati