Find Us On Social Media :

Kasus Covid-19 Meningkat di Jawa Timur, Sosok ini Beri Peringatan Bila Masih Ada yang Tak Mematuhi Protokol Kesehatan: Surabaya Bisa Jadi Wuhan Kalau Warganya Tidak Disiplin!

By None, Kamis, 28 Mei 2020 | 09:15 WIB

Kasus Covid-19 Meningkat di Jawa Timur, Sosok ini Beri Peringatan Bila Masih Ada yang Tak Mematuhi Protokol Kesehatan: Surabaya Bisa Jadi Wuhan Kalau Warganya Tidak Disiplin!

GridPop.ID - Indonesia masih terus bejuang menhadapi pandemi virus corona yang sudah menyebar di 34 provinsi.

Belakangan wilayah Jawa Timur menunjukkan peningkatan kasus pasien positif Covid-19.

Melansir Kompas.com, berdasarkan data pada Rabu (27/5/2020) kota Surabaya menyumbang jumlah kasus terbesar, yakni mencapai 2.216 kasus dari 4.112 kasus di Jawa Timur.

Baca Juga: Mendebarkan, Pria Ini Buka Paksa Pintu Darurat Pesawat hingga Bikin Semua Penumpang Menjerit Ketakutan, Yang Terjadi Selanjutnya Bikin Nangis!

Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur dr Joni Wahyuhadi mengatakan, Surabaya bisa menjadi seperti Wuhan jika warganya tidak patuh terhadap protokol kesehatan.

Itu karena mayoritas kasus Covid-19 di Jawa Timur ada di Surabaya.

Adapun Sidoarjo dan Gresik yang termasuk dalam wilayah Surabaya Raya menyumbang masing-masing 565 kasus dan 153 kasus.

Baca Juga: Tolak Mentah-Mentah Keputusan Billy Syahputra, Sang Ayah Menangis Hingga Gebrak Meja Tolak Keinginan Putranya Jual Rumah Mendiang Olga Syahputra: Seenaknya Aja Lu!

Tiga daerah di Surabaya Raya ini menyumbang kasus Covid-19 terbanyak di Jatim.

"65 persen Covid ada di Surabaya Raya. Ini tidak main-main, Surabaya bisa jadi Wuhan kalau warganya tidak disiplin," kata Joni, Rabu (27/5/2020).

Di Surabaya, ujar pria yang juga menjabat sebagai Dirut RSU dr Soetomo Surabaya ini, transmission rate penyebaran Covid-19 mencapai 1,6.

Baca Juga: Jadi Pelakor Hingga Muncul Kabar Kuasai Harta Segunung Bambang Trihatmodjo, Nyatanya Mayangsari Hanya Bisa Gigit Jari Kekayaan Sang Suami Jatuh pada Anak Tirinya

Artinya, jika ada 10 orang positif Covid-19, dalam sepekan akan bertambah menjadi 16 orang.

"Jadi kita mutlak untuk disiplin, disiplin memakai masker, disiplin physical distancing, disiplin cuci tangan, disiplin hidup sehat," ujar dia.

Joni mengaku prihatin banyak pasar di Surabaya yang tidak menjalankan physical distancing.

Baca Juga: Dunia Hiburan Kembali Berduka, Diduga Stres karena Sepi Job Akibat Pandemi Covid-19, Artis Cantik ini Ditemukan Tewas Bunuh Diri di Kediamannya

"Terus terang saya menangis melihat pasar-pasar di Surabaya. Saya bandingkan dengan keadaan di rumah sakit," jelasnya.

Dia meminta warga di Surabaya Raya, khususnya di Surabaya, patuh terhadap aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang saat ini diberlakukan untuk kali ketiga, dari 26 Mei sampai 8 Juni 2020.

Perpanjangan PSBB Surabaya Raya ini berdasarkan surat keputusan Gubernur Nomor 188.258/KPTS/013/2020.

Baca Juga: Bikin Heboh Seantero Jagat karena Kabar Pernikahannya dengan Sesama Jenis, Artis Cantik ini Kini Akhiri Status Jandanya dengan Brondong Berwajah Bule, Begini Kondisi Rumah Tangganya Sekarang

Hari ini terdapat tambahan 181 kasus di Jatim, sedangkan total pasien sembuh mencapai 548 orang setelah ada tambahan 26 pasien.

Sementara itu, pasien meninggal dunia mencapai 337 orang setelah ada tambahan 15 pasien.

Adapun pasien yang masih dirawat di rumah sakit rujukan tercatat 3.208 orang.

Baca Juga: Menangis Sambil Membawa Gitar, Dul Jaelani Minggat dari Istana Megah Ahmad Dhani dan Memilih Tinggal Bersama Maia Estianty, Putra Tiri Mulan Jameela Ungkap Alasannya

Total jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) 6.071 orang, pasien yang masih diawasi 2.876 orang, selesai diawasi 2.614 orang, dan orang dalam pemantauan (ODP) berjumlah 24.090 orang.

(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Surabaya Bisa Jadi Wuhan kalau Warganya Tidak Disiplin"