Banyak pula orang yang berpisah dari orang-orang yang dicintai, merasa sendirian, sakit, takut, terpecah belah, dan mungkin berjuang untuk menemukan sesuatu. "Apa pun itu penting untuk disyukuri. Mari kita berkomitmen untuk bertanya kepada orang lain, 'apakah kamu baik-baik saja?'," ujar Meghan. "Walaupun mungkin ada yang tidak setuju, tapi kebenarannya kita lebih terhubung daripada sebelumnya atas semua yang dialami, baik secara individu maupun komunitas pada tahun ini," tambah dia.
Baca Juga: Nagita Slavina Naik Pitam Lantaran Temukan Benda Ini Didalam Mobil Raffi Ahmad, Gigi: Mending Kamu Jauh-jauh Deh!Meghan mengaku saat ini ia dan Pangeran Harry sedang menyesuaikan diri dengan keadaan normal baru. Wajah yang ditutupi masker memaksa mereka untuk saling menatap mata. "Terkadang tatapan mata itu dipenuhi kehangatan, tapi di waktu lain diisi air mata." "Untuk pertama kalinya, dalam waktu yang lama, sebagai manusia, kami benar-benar terhubung satu sama lain," ujar Meghan.Di akhir suratnya dia menulis, "apakah kita baik-baik saja? Kita akan baik-baik saja." Sementara itu, Meghan bukan satu-satunya perempuan kerajaan yang pernah mengalami keguguran. Cucu Ratu Elizabeth lainnya, Zara Tindall pernah mengalami dua kali keguguran sebelum memiliki anak kedua.
The Countess of Wessex juga kehilangan calon anak pertamanya pada bulan Desember 2001 ketika dilarikan ke rumah sakit karena mengalami kehamilan ektopik yang berpotensi mengancam nyawa.
GridPop.ID (*)Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Meghan Markle Keguguran, dan Pesan Mendalam di Balik Pengakuannya