Find Us On Social Media :

Hilang Kontak di Laut Bali, Kapal Selam KRI Nanggala-402 Diduga Sempat Alami Mati Listrik hingga Tangki Minyak Bocor

By Andriana Oky, Kamis, 22 April 2021 | 18:46 WIB

KRI Nanggala-402 diperkirakan hilang

"Kemungkinan saat menyelam statis terjadi black out sehingga kapal tidak terkendali dan tidak dapat dilaksanakan prosedur kedaruratan (seharusnya ada tombol darurat untuk mengembus supaya kapal bisa timbul ke permukaan). Sehingga, kapal jatuh pada kedalaman 600-700 meter," demikian keterangan tertulis Dispen AL, Rabu malam.

Upaya pencarian kapal pun dilakukan melalui pemantauan udara dengan menggunakan helikopter.

Hasil pemantauan tersebut, ditemukan adanya tumpahan minyak di sekitar area hilangnya KRI Nanggala-402.

Baca Juga: Tilep Uang Donasi Warga Miskin Terdampak Covid-19 Rp 30 Juta, Oknum Satgas Terancam Kurungan Penjara Maksimal 4 Tahun!

Diduga tumpahhan minyak itu disebabkan karena rusaknya tangki BBM akibat tekanan air laut. Selain itu tumpahan minyak bisa menjadi tanda untuk pemberian sinyal posisi dari KRI Nanggala-402.

Di sisi lain, pakar kapal selam dari Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya, Wisnu Wurdhana menduga ada 2 hal yang menyebabkan kapal tersebut tenggelam.

Melansir dari Tribunnews.com, Wisnu Wurdhana memperkirkan tenggelamnya kapal selam tersebut diakibatkan faktos usia hingga sabotase.

“Saya curiga, maaf ya saya ngomong apa adanya, Kapal Nanggala itu adalah kapal yang didesain tahun 80an, jadi segala peralatan itu, perkiraan saya, masih menggunakan alat yang terbit di tahun 80an, teknologinya,” kata Wisnu Wardhana dalam tayangan di Kompas.TV, Kamis (22/4/2021).