Find Us On Social Media :

Miliki Total Harta Capai Rp 526 Triliun, Inilah Sosok Bos TikTok yang Bulat Tekad Tinggalkan Jabatan di Usia 38 Tahun, Jadi Salah Satu Orang Terkaya di Dunia!

By Luvy Octaviani, Sabtu, 29 Mei 2021 | 17:31 WIB

Pencipta aplikasi TikTok, Zhang Yiming.

GridPop.ID - TikTok menjadi salah satu media sosial yang sedang booming di kalangan anak muda.

TikTok adalah aplikasi berbagi video dan hiburan untuk pengguna Windows, Android , dan iOS.

Dengan mendownload TikTok, para pengguna bisa mengunggah video-video singkat yang mereka buat.

Dilansir dari laman tribuntechno.com, baru-baru ini TikTok membuat aplikasi TikTok dengan versi baru yakni TikTok Lite.

Baca Juga: VIRAL Diduga Diberi Tabung Oksigen Kosong oleh Perawat, Seorang Wanita Paruh Baya Meninggal Dunia, Terungkap Kronologis dan Klarifikasi Pihak Rumah Sakit

TikTok Lite ini tentu memiliki perbedaan dengan aplikasi TikTok yang biasa.

Aplikasi TikTok Lite juga diklaim dapat menghasilkan uang.

Boomingnya TikTok tentu tak lepas dari peran pendirinya sekaligus CEO dari induk perusahaan TikTok, BytdeDance, Zhang Yiming.

Baru-baru ini, Xhan Yiming dikabarkan memutuskan untuk meninggalkan jabatannya.

Dikutip dari laman kompas.com yang melansir The New York Times, Sabtu (29/5/2021), dalam surat kepada karyawan yang diunggah di laman resmi perusahaan Zhang mengatakan posisinya akan diisi oleh pendiri sekaligus Head of Human Resources ByteDance Liang Rubo.

"Setelah mengalihkan peran saya dari posisi CEO dan mengalihkan tanggung jawab dari kegiatan manajemen sehari-hari, saya akan memiliki lebih banyak ruang untuk mengeksplorasi strategi jangka panjang, budaya organisasi, serta tanggung jawab sosial dengan perspektif yang lebih obyektif bagi perusahaan," tulis Zhang.

Baca Juga: Reaksi Mengejutkan Pihak Keluarga Mendiang Uje Perihal Poligami sang Ustaz yang Dibongkar Umi Pipik: Tanya Aja ke Kubur

Di dalam surat tersebut pun tidak dijelaskan apakan transisi kepempimpinan tersebut akan berdampak terhadap posisi Zhang yang juga berperan sebagai chairman atau setingkat komisaris di perusahaan.

The New York Times pun memberitakan, pihak perwakilan ByteDance juga tidak segera memberi komentar terhadap pertanyaan yang mereka ajukan.

Zhang mengundurkan diri dari jabatannya sebagai CEO di usianya yang ke 38 tahun.

Ia mendirikan perusahaan tersebut pada tahun 2012 lalu, dan kini telah bernilai sekitar 400 miliar dollar AS atau Rp 5.720 triliun (kurs Rp 14.300).

Zhang memimpin perusahaan induk TikTok tersebut dengan fokus melakukan ekspansi global.

Ia telah meruntuhkan berbagai hirarki internal dan berupaya untuk membangun tenaga kerja yang memiliki motivasi sehingga perusahaan bisa tetap tumbuh tanpa kehilangan kelincahan sebagai sebuah perusahaan rintisan.

Baca Juga: Jatuhkan Talak Cerai Meski Baru Sebulan Nikahi Nadya Mustika, Rizki DA Akui Tindakannya Selama Ini Bukanlah Settingan Belaka: Mereka yang Meminta

"Kerap kali, ketika sebuah perusahaan telah bertumbuh dan ekspansi, banyak dari mereka yang terjebak dan tugas CEOnya menjadi sangat sentral, dengan emndengarkan presentasi, mengalihkan izin, dan membuat keputusan. Ini akan membuat perusahaan terlalu bergantung pada ide-ide yang sudah ada," ujar dia.

Di dalam surat tersebut, ia juga mengaku memiliki beberapa kekurangan yang seharusnya menjadi ketrampilan utama seorang manajer.

"Contohnya saja, saya tidak terlalu sosial, dan saya lebih suka kegiatan yang menyendiri seperti melakukan kegiatan online, membaca, mendengarkan lagu, serta melamunkan hal-hal yang mungkin akan terjadi," ujar dia.

Berdasarkan data Forbes, Zhang Yiming kini memiliki nilai kekayaan sekitar 36,8 miliar dollar AS atau Rp 526,24 triliun.

Baca Juga: Dokter Kandungan Berani Ejek Saat Nagita Slavina Hamil Muda, Kondisi Istri Sultan Andara Sampai Dibanding-bandingkan: Ah Elah Payah, Kalah Sama...

CEO TikTok itu tercatat berada pada peringkat ke 39 orang terkaya di dunia pada tahun 2021 ini, dan tercatat di peringkat ke sembilan dalam daftar orang terkaya di China.

Untuk diketahui, baru-baru ini pemerintah China telah melakukan pengetatan pengawasan terhadap praktik usaha dari perusahaan-perusahaan teknologi setempat.

Bulan lalu, pemerintah telah meminta kepada 34 perusahaan besar, termasuk ByteDance untuk mengedepankan kepentingan nasional dengan memberlakukan kebijakan mengenai persaingan yang adil dan perlindungan konsumen yang lebih ketat.

Pemerintah juga menghukum denda sebesar 2,8 miliar dollar AS terhadap Alibaba. 

GridPop.ID (*)