Find Us On Social Media :

Terinspirasi Sinetron, Remaja 12 Tahun Rekayasa Penculikan Diri Sendiri dan Nekat Ikat Tubuhnya dan Minum Obat Berbahaya, Ada yang Sampai Minta Uang Tebusan Rp 100 Juta

By Sintia N, Rabu, 15 September 2021 | 09:02 WIB

Ilustrasi penculikan anak

 

Dikutip dari Banjarmasin Post, Heri, ayah R panik sampai melapor pada kepolisian saat mendapatkan sebuah SMS terkait penculikan anaknya.

Diketahui, pesan soal penculikan R diterima oleh Heri sekitar pukul 07.40 Wita.

 

Pesan ancaman itu berbunyi, "Anak anda kami culik dan jangan lapor polisi dan kalau ingin nyawa anak anda selamat kirim rekening ke 02XXXXXXXX kalau anak anda ingin dilepas. Kalau dalam jangka waktu dua hari belum ditransfer anak anda akan tewas."

Lantaran panik sang anak benar-benar diculik, Heri langsung melaporkan kasus penculikan anaknya itu pada kepolisian Polda Kalimantan Selatan, Jumat (14/6/2019) sekitar oukul 10.00 Wita.

Petugas yang mendapatkan laporan pencurian anak langsung melakukan penyelidikan.

Dari hasil penyelidikan kepolisian, si pengirim SMS didapati berada di wilayah Jelapat Tamban.

Di rumah tersebut, kepolisian justru mendapatkan fakta di luar dugaan.

 

Ia menemukan R dan seorang temannya bernama Jani sedang berada di sebuah ruang.

Saat dimintai keterangan, R mengaku bahwa dirinya sengaja merekayasa kasus penculikannya sendiri bersama temannya.

Baca Juga: Lebih Manjur Dibanding Obat hingga Bisa Sembuhkan Penyakit Mematikan, Buah Ciplukan yang Dibuang-buang di Indonesia Ini Ternyata Dijual Mahal di Amerika, Ini Khasiatnya