Find Us On Social Media :

Sebelum Tewas 'Dibunuh', Brigadir J Sempat Curhat Sembari Menangis pada sang Kekasih soal Ancaman Pembunuhan, Komnas HAM Sebut Dugaan Keterlibatan Skuad Lama!

By Lina Sofia, Rabu, 3 Agustus 2022 | 06:02 WIB

Satu hari sebelum tewas, Brigadir J ternyata terim aancaman pembunuhan.

Kepada Vera Simanjuntak, Brigadir J curhat akan meninggalkan kekasihnya tersebut dan meminta Vera mencari pengganti lain.

Sembari menangis, Brigadir J juga berpamitan dengan Vera dan memohon maaf atas dosa dan kekhilafan yang pernah diperbuat.

Vera mengira Brigadir J sakit hingga akhirnya muncullah pengakuan tentang ancaman pembunuhan tersebut.

"Setelah diancam akan dibunuh, kekasih tanya skuad lama atau skuad baru," ujar Kamaruddin.

Rupanya, menurut Kamaruddin, skuat lama dan baru merupakan sebutan bagi sesama ajudan Kadiv Propam non-aktif, Irjen Ferdy Sambo.

Kamaruddin pun membeberkan, sebenarnya Brigadir J merupakan satu di antara ajudan yang berprestasi.

"Bahkan disayang oleh komandan, termasuk Bapak dan Ibu (Ferdy Sambo dan istrinya, red)," kata Kamaruddin.

Baca Juga: Satu per Satu Tabir Kebenaran Mulai Terbabang, Kuasa Hukum Keluarga hingga IPW Sambut Baik Kasus Brigadir J yang Ditarik ke Bareskrim: Saatnya Polri Jelaskan Apa yang Terjadi!

Hal ini dibuktikan istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi Sambo sempat memanggil adik Brigadir J yang sama-sama berprofesi sebagai polisi.

Adik Brigadir J yang bertugas di Yanma Polri diminta datang ke rumah dinas Ferdy Sambo pada 1 Juli 2022.

Saat bertemu dengan adik Brigadir J, Putri memberikan dompet merek Pedro, uang senilai Rp 5 juta, dan dijanjikan untuk membantu kepindahannya ke Jambi.

Semantara itu, dilansir dari Kompas.com Komisioner Komnas HAM Beka Uulang Hapsara membenarkan adanya keterkaitan skuad lama ajudan Ferdy Sambo dalam peristiwa kematian Brigadir J.