Find Us On Social Media :

Di Jawa Banyak Perselingkuhan, Detektif Swasta Kebanjiran Order, Begini Caranya Ungkap Hubungan Gelap Target!

By Arif B, Senin, 7 November 2022 | 07:32 WIB

Ilustrasi perselingkuhan.

GridPop.ID - Bak kisah dalam film, detektif swasta yang beroperasi di Jawa kebanjiran order untuk mengungkap hubungan perselingkuhan.

Melansir dari Kompas.com, lebih dari 70 persen orang Indonesia yang disurvei tidak mau memaafkan pasangannya yang selingkuh.

Hal tersebut terungkap setelah Cabaca bersama Jakpat melakukan survei terhadap 209 responden dengan topik perselingkuhan baru-baru ini.

Berbagai cara pun dilakukan untuk mengungkap peselingkuhan. Salah satunya adalah menyewa detektif swasta.

Jubun misalnya.

Dia seorang agensi detektif swasta yang banyak beroperasi di wilayah Jawa.

Chief Executive Officer Aman Sentosa Investigation Agency (ASIA) ini mengatakan kasus perselingkuhan yang ditanganinya banyak datang dari cabang ASIA Solo.

"Cabang ASIA Cirebon banyak menyelesaikan permasalahan KSP (Koperasi Simpan Pinjam) dan BPR (Bank Perkreditan Rakyat). Sementara di cabang Solo lebih fokus memberikan layanan berupa jasa mengungkap perselingkuhan," kata Jubun, Sabtu (5/11/2022), dikutip dari Tribunnews.com.

"Memang kantor ASIA Solo yang berada di Jalan Karang Anyar, Gondangrejo Permata, Surakarta, banyak didatangi para klien yang minta kasus perselingkuhan pasangannya diungkap," timpal Yahya Wawan, Branch Manager ASIA Surakarta.

Baca Juga: Oknum Pegawai Bea Cukai Selingkuh, 2 Kali Lebaran Tak Pulang, Waktu Digerebek Ternyata Enak-enak Hidup Bareng Pelakor di Perantauan!

Jubun menjelaskan sebagian besar penyebab perselingkuhan pada awalnya dilakukan lewat media sosial.

Mulai dari sekedar perkenalan, sapaan, obrolan kecil, curahan isi hati, hingga pada pertemuan yang berujung pada hubungan asmara.

Dengan adanya media sosial peluang kesempatan berselingkuh semakin besar.

Lantas, bagaimana cara kerja detektif mengungkap perselingkuhan?

Jubun menjelaskan setidaknya ada tiga tim dalam mengungkap sebuah kasus perselingkuhan yang terdiri dari tim pemantau media sosial, tim pengintai, dan tim penyusup.

Tim pemantau media sosial bekerja untuk menggali segala informasi target dari media sosial, aplikasi kencan, atau mesin penelusuran internet.

Selain bekerja dengan metode penelusuran internet, cara lain untuk menggali informasi ala tim medsos adalah dengan berteman dengan target atau lingkaran terdekatnya.

Tahap pertama, tentu saja, dengan memberikan tanda “suka” atau bahkan meninggalkan komentar pada setiap unggahan.

Setelah informasi dari media sosial dirasa cukup, giliran tim pengintai beraksi.

Baca Juga: Istri Pilih Berhubungan Seks dengan Kakek-kakek di Ladang Tebu, Suami Syok Aksi Tak Senonoh Pasangannya Direkam Tetangga

"Mereka merupakan agen lapangan dengan tugas mengambil bukti foto atau video keseharian target," kata Jubun.

"Biasanya tim pengintai akan mengikuti aktivitas target dari pagi hingga petang," kata Bambang Triaji, salah satu agen lapangan ASIA yang berdomisili di kota Solo.

Sedangkan tim terakhir punya misi menjalin interaksi nyata dengan target.

Bisa berteman atau menyamar untuk menawarkan produk, pinjaman, macam-macam.

Menurut Jubun, sebenarnya pekerjaan ini bisa dilakukan siapa saja, yang berbeda hanya soal ide.

Baca Juga: Suami Bunuh Istri Gunakan Golok dan Lesung, Padahal Korban Sedang Hamil, Terkuak Alasan di Baliknya

GridPop.ID (*)