Find Us On Social Media :

Dandan Nyentrik di Sidang MK, Saksi Prabowo-Sandi Dapat 'Pujian' dari Hakim: Malam-malam Begini Masih Pakai Kacamata Hitam kan Luar Biasa!

By Veronica Sri Wahyu Wardiningsih, Kamis, 20 Juni 2019 | 11:56 WIB

Para saksi dari pihak pemohon di Sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) presiden dan wakil presiden di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Rabu (19/6/2019) yang beragendakan mendengarkan keterangan saksi dan ahli dari pihak pemohon.

GridPop.ID - Ada yang menarik perhatian di tengah ketegangan sidang sengketa hasil pemilihan umum yang digelar di Mahkamah Konstitusi, Rabu (19/6/2019).

Bukan menyangkut barang bukti dari terkait sengketa Pilpres 2019, melainkan mengenai penampilan salah satu saksi dari Prabowo-Sandi.

Karena penampilan yang dianggap nyentrik itu, Majelis Hakim pun sampai buka suara.

Baca Juga: 5 Fakta Soal Kenaikan Gaji PNS 2019 yang Dipersoalkan Tim Hukum Prabowo-Sandi di Sidang MK, Mulai dari Rencana hingga Upah Dirapel

Melansir dari Tribunnews.com, Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Saldi Isra mengkritik kacamata hitam yang dikenakan saksi Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi Kabupaten Batubara, Rahmadsyah, di rumah sidang pada Rabu (19/6/2019) malam.

Awalnya, Saldi menanyakan kepada Rahmadsyah yang mengaku memiliki video tentang oknum anggota polisi yang mengarahkan masyarakat untuk memilih paslon 01 pada Pilpres 2019.

"Anda menyebut tadi punya rekaman ya?" tanya Saldi.

kBaca Juga: Hakim MK Pertanyakan Barang Bukti 17,5 Juta Pemilih Dalam DPT yang Dianggap Bermasalah Tapi Ternyata Tak Ada, Begini Jawaban Kuasa Hukum 02

Rahmadsyah pun membenarkan yang kemudian diberi pertanyaan oleh Saldi kembali.

"Itu diserahkan ke kuasa hukum tidak untuk dijadikan alat bukti," tanya Saldi.

Rahmadsyah menjawabnya dengan mengatakan menyerahkan video tersebut ke koordinator satgas BPN Prabowo-Sandi.

Baca Juga: Polisi Bersenjata Lengkap Jaga Ketat Rumah Hakim MK Saldi Isra di Padang

Saldi pun menanyakan kepada tim kuasa hukum terkait hal tersebut.

"Kuasa hukum itu diserahkan atau tidak," tanya Saldi.

Kuasa hukum paslon 02 Nasrullah kemudian mengatakan video tersebut belum diserahkan kepada pihaknya.

"Belum diserahkan kepada kami. Koordinator mana yang saudara serahkan?" tanya Nasrullah kepada Rahmadsyah.

Baca Juga: Siap Angkat Jangkar untuk Mulai Perang Lagi, Susi Pudjiastuti Akan Tenggelamkan 30 Kapal Asing Usai Libur Lebaran 2019!

"Koordinator satgas," jawab Rahmadsyah.

"Jadi tidak dimasukkan ke bukti ya?" tanya Saldi ke Rahmadsyah.

Nasrullah kemudian memotong pertanyaan Saldi sebelum menjawab.

"Kapan saudara serahkan ke satgas," tanya Nasrullah kepada Rahmadsyah.

Baca Juga: Cerita Luhut Panjaitan Saat Melihat SBY Cium Kening dan Beri Bisikan Terakhir Pada Ani Yudhoyono Sebelum Disemayamkan: Separuh Jiwa Pak SBY Habis

Namun sebelum Rahmadsyah menjawab tiba-tiba Saldi memotong dan menyinggung kacamata hitam yang dikenakan sejak bersaksi di persidangan.

"Tunggu Pak, saya belum selesai. Pak Nasrullah ini sabar banget, tapi begitu saya bertanya tiba-tiba dipotong langsung. Padahal saya punya waktu juga untuk memuji kacamata hitam, ini kan luar biasa juga ini," kata Saldi sambil tersenyum.

"Saksi Rahmadsyah, saya puji dulu, malam-malam begini masih pakai kacamata hitam," ujar Saldi.

Dikutip dari Kompas.com, Rahmadsyah juga sempat ditegur Majelis Hakim terkait kacamatanya yang masih dipakai saat sidang berlangsung.

Baca Juga: Setelah Ani Yudhoyono Dimakamkan, Ada Sosok Wanita Misterius yang Menangis Hingga Menempelkan Wajahnya di Makam, Siapa?

Rahmadsyah pun kemudian melepas kacamatanya.

"Itu kacamata Saudara kacamata ukuran (minus) atau kacamata hiasan? Kalau untuk hiasan, dilepas," tanya Majelis Hakim. (*)