Find Us On Social Media :

Ubah Langit Mendung Jadi Cerah, Begini Kisah Tukang Sapu Mbah Rebo saat Jadi Pengawal Ibu Tien hingga Pawang Hujan

By Veronica Sri Wahyu Wardiningsih, Sabtu, 10 Agustus 2019 | 17:27 WIB

Mbah Rebo (54) pawang hujan di TMII, Jakarta Timur, saat ditemui pada Kamis (8/8/2019).

Namun, Mbah Rebo pun juga bisa menangkal hujan dari jarak jauh.

Baca Juga: Peramal Ini Sebut Ada Kejadian Tragis dan Sadis yang Dialami Ruben Onsu Tapi Dirahasiakan: Ini Berkepanjangan!

"Saya juga pernah menangani hujan dari jarak jauh. Seringnya pas acara polisi di Sukabumi. Yang Cap Go Meh itu juga dari jauh. Tinggal telepon saya saja," tambahnya.

Meski sudah ahli, rupanya Mbah Rebo juga pernah gagal lantaran ada sejumlah pantangan yang tak boleh dilanggar olehnya.

Pantangan tersebut adalah Mbah Rebo dilarang minum air dingin maupun mandi dengan air dingin.

Baca Juga: Chacha Frederica Hancurkan Semua Koleksi Boneka Porselennya Sejak Berhijrah, Begini Wujudnya Saat Masih Utuh, Pernah Bikin Orang Ketakutan!

"Waktu acara ke Sukabumi, saya nginap di sana. Tapi salahnya saya mandi air dingin di sekitar gunung Ceremai. Abis mandi langsung hujan deras. Tapi dari ratusan acara nikahan, hanya gagal tiga kali. Tapi wedding alhamdulilah selalu lancar," katanya.

Selain menahan hujan, ia juga mampu untuk memanggil hujan turun. Jasanya itu pernah diminta oleh pihak Lanud Halim Perdana Kusuma untuk membasahi sekitaran area Lanud.

"Saya disuruh hujanin karena rumput kering di musim kemarau kan takut kebakaran. Saya bantu untuk turunkan hujan, alhamdulilah, percaya enggak percaya," tambahnya.

Baca Juga: Sebut Tabiat Galih Ginanjar Berubah Usai Nikahi Barbie Kumalasari, Kakak Fairuz A Rafiq: Kayak Orang Cari Sensasi Nggak Tahu Arah

Tarif

Dikutip dari Tribun Jakarta, Mbah Rebo dibayar sekitar Rp 300 ribu sampai Rp 1 juta saat awal belajar menjadi pawang hujan.

"Rata-rata itu Rp 1 sampai Rp 3,5 juta. Pernah ada yang lebih sekali acara bisa Rp 5 juta. Setiap musim hujan pasti ada," terang pria dengan anak satu itu.

Dari profesinya itu, Mbah Rebo bisa menghidupi anaknya hingga mengenyam pendidikan di bangku kuliah.

Baca Juga: Tertidur Semalaman Akibat Kelelahan, Perempuan Ini Kaget Saat Bangun Tiba-tiba Ada Lelaki Asing di Kamarnya, Kondisinya Bikin Syok

Mbah Rebo bisa menangani permintaan kapan saja sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

"Saya bisa kapan saja. Sebelum hari H bisa, bahkan pas dadakan di hari H itu juga bisa. Saya sudah tahu seluk beluknya," terangnya.

Di kala musim hujan, permintaan yang datang kepadanya membeludak.

"Apalagi kalau bulan Januari, banyak. Kan Januari artinya Hujan Tiap Hari," ujarnya berkelakar. (*)