Find Us On Social Media :

Menyayat Hati, Pelajar SMU Dirantai dan Diperkosa Seorang Sopir di Ruang Bawah Tanah, Begini Perjuangannya Bertahan Hidup

By None, Jumat, 27 September 2019 | 07:15 WIB

Seorang Gadis 16 Tahun Dirantai dan Diperkosa Berkali-kali Selama 24 Hari dalam Rubanah oleh Supir Taksi

GridPop.id - Seorang gadis yang masih sekolah setara SMU menjadi korban pemerkosaan.

Dikabarkan, korban diculik oleh seorang pria yang menyamar sebagai supir taksi.

Mirisnya, gadis tersebut disekap hingga dirantai dan diperkosa di ruang bawah tanah milik pelaku.

Sebuah foto yang menunjukkan ruang bawah tanah (rubanah) buatan sendiri membuat publik bergidik ngeri.

Baca Juga: Bikin Bingung Saat Talkshow Bareng Mahasiswa, Najwa Shihab Skak Mat Fahri Hamzah: Permainan Siapa Ini?

Pasalnya, rumah bawah tanah itu dijadikan tempat oleh seorang pria untuk menyekap dan memperkosa gadis 16 tahun.

Gadis itu dirantai di ruang bawah tanah dan diperkosa berulang kali oleh pria tersebut yang berprofesi sebagai seorang taksi.

Korban dibelenggu lehernya dalam ruangan yang suram itu selama hampir sebulan.

Menurut polisi, pelaku menyembunyikan keberadaan ruangan itu dengan meletakkan tempat tidurnya di pintu untuk akses masuk ruang bawah tanah itu.

Pria keji itu, yang disebut polisi sebagai Long, berlagak seperti supir taksi ketika pertama kali membawa korban pada 13 Februari.

Baca Juga: Bebby Fey Bongkar Foto di Kamar Hotel, Atta Halilintar Tak Tinggal Diam: Jangan Alihkan Isu, Ini Negara Hukum!

Menurut pihak berwenang, remaja malang itu baru menyadari ada sesuatu yang salah ketika ia ingin menggunakan teleponnya.

 

Gadis itu segera sadar bahwa pria yang dikiranya supir taksi ternyata orang yang jahat.

Ia lalu berusaha melarikan diri dengan melompat keluar mobil.

Namun pria itu berhasil menangkapnya kembali.

Baca Juga: Tak Sadar Mobil Sport Mewahnya Dibakar Massa Demo di DPR, Pria Ini Sempat Selfie dengan Latar Belakang Kerusuhan hingga Pulang Pakai Jasa Ojek Online

Dia juga dilaporkan memukuli dan mengikat tangan korban dengan tali sepatu dan menutup mulutnya.

Diduga pula pria itu menutupi kepala korban dengan karung nilon sebelum membawanya ke rumah pelaku dan menyekapnya di ruang bawah tanah.

Anggota satuan tugas khusus akhirnya berhasil menemukan siswi itu pada awal Maret.

Ia ditemukan sekitar 24 hari setelah keluarga korban melapor pada polisi.

Pada awal Maret gadis itu ditemukan dalam kondisi yang memprihatinkan.

Remaja itu berada di ruang bawah tanah yang basah dan gelap dengan rantai yang diamankan dengan lima gembok melilit lehernya.

Pihak kejaksaan mengatakan anak sekolah itu telah diperkosa berulang kali di ruang bawah tanah milik pelaku.

Peristiwa mengerikan itu terjadi di Shanjiang, Fenghuang di Provinsi Hunan, Cina bagian tengah.

Foto-foto kondisi ruang bawah tanah itu dirilis oleh Kejaksaan Rakyat Fenghuang dan menggambarkan Long sebagai pelaku yang telah lama memikirkan aksi penculikan wanita.

Baca Juga : Kapok Terlihat Kaya di Instagram hingga Terlilit Hutang Ratusan Juta Rupiah, Selebgram Ini Merubah Total Gaya Hidupnya!

Dalam foto yang dirilis terlihat kondisi ruang bawah tanah yang seperti dirancang untuk melakukan aksi kejinya.

Terdapat cincin besi tempa tertanam di dinding dengan rantai sepanjang 16 kaki atau sekitar 4,8 meter tergantung di sana.

Menurut laporan, Long belum menikah dan menjadi bertindak jahat karena pornografi.

Long merencanakan kejahatannya dengan membeli barang-barang seperti loop logam, alat penyetrum, topeng, serta wig wanita secara online.

 

Pernyataan kantor menyatakan sebuah temuan bahwa pada 2016 Long telah membangun rumah baru dan membangun ruang bawah tanah di bawah kamarnya untuk digunakan secara khusus sebagai penjara bawah tanah.

Baca Juga: Bakar Anak Kandungnya Hingga Tewas Dengan Alat Barbeque, Perempuan Ini Lalu Bicara Surga Hingga Lakukan Ini

Kantor kejaksaan mengatakan mereka masih menunggu bukti untuk ditinjau sebelum secara resmi menuntut Long dengan penculikan dan pemerkosaan.

Beruntung korban selamat dan kini kondisinya membaik.

Polisi mengatakan gadis 16 tahun itu telah pulih baik secara fisik maupun psikologis setelah dibantu oleh 2 orang konselor. (*)