Find Us On Social Media :

Dibully Karena Ajak Anies Baswedan untuk Diskusi Terkait Anggaran Pemprov DKI Jakarta, Tompi: Gue Komentar Baik-baik Aja Diserbu Netijen dengan Super Kasar

By Veronica Sri Wahyu Wardiningsih, Sabtu, 2 November 2019 | 13:30 WIB

Tompi dibully warganet karena tweetnya kepada Anies Baswedan, sang musisi pun membela dirinya. Ada apa?

Dikutip dari Kompas.com, Sekretaris Dinas Pendidikan DKI Jakarta Susi Nurhati mengaku terdapat kesalahan ketik dalam rencana anggaran terkait pembelian lem aibon senilai puluhan miliar tersebut.

"Ini sepertinya salah ketik, kami sedang cek ke semua komponennya untuk diperbaiki, " kata Susi saat dihubungi Kompas.com, Selasa (29/10/2019).

Baca Juga: Bongkar Sifat Asli Veronica Tan, Wanita Pengusaha Ini Sebut Kondisi Mantan Istri Ahok Setelah Bercerai: Dia Tak Pernah Menjelekkan Mantan Suaminya!

Menurutnya, ada yang salah dalam keberadaan item lem aibon di dalam rencana anggaran Suku Dinas Pendidikan Wilayah 1 Jakarta Barat itu.

"Itu ATK, tapi kami hanya mengusulkan kertas dan tinta saja," ujarnya.

Sedikit berbeda dengan penuturan Susi, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Syaefuloh Hidayat memastikan tidak ada anggaran sebanyak Rp 82 miliar untuk pembelian item lem aibon di APBD 2020.

"Terkait dengan anggaran Aibon, saya sudah coba sisir, insya Allah tidak ada anggaran Aibon sebesar Rp 82,8 miliar tersebut," sebut Syaefuloh, Rabu (30/10/2019).

Baca Juga: Mengaku Gadis Saat Nikah, Perempuan Cantik Ini Kuras Harta Pengusaha Kaya Raya Miliaran Rupiah, Suaminya Tak Sadar Sang Istri Dulu Ternyata Janda Tiga Anak, Ini Trik yang Dilakukannya

Tak hanya tentang aibon, besaran anggaran yang tertulis juga tidak sesuai dengan rencana anggaran yang sebenarnya hanya sebanyak Rp 22 miliar.

"Belanja alat tulis kantor yang di situ ada komponen Aibon disampaikan Rp 82 miliar, sebenarnya alat tulis kantor seluruh sekolah itu hanya Rp 22 miliar," ujar dia.

Sementara itu, Kasubag Tata Usaha Sudin Pendidikan Jakarta Barat Wilayah I Sudarman mengaku sadar dalam menginput rencana pembelian lem aibon di RAPBD 2020 itu.

Tidak hanya itu, ia juga menyebut apa yang ia lakukan bukanlah sebuah kesalahan.

Baca Juga: Nikahi Pengusaha Kaya Raya hingga Dituding Incar Harta, Aktor Kondang Ini Bongkar Fakta Tak Terduga: Saya Nggak Kurang Apapun!

"Sadar. Saya berpikirnya sederhana, kenapa harus banyak-banyak anggaran (item belanja), ini pun akan diubah sesuai dengan kode rekening (yang diinput dalam Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah)," jelas Sudarman.

Namun demikian, ia menyadari ada kesalahan memasukkan rekening lem aibon ke dalam data yang ia susun. (*)