Find Us On Social Media :

Kalahkan 31 Mie dari Berbagai Negara, Mie Instan Asal Indonesia Ini Dinobatkan jadi Mie Terenak di Dunia, Ini Rasa Paling Favorit

By Maria Andriana Oky, Kamis, 26 Desember 2019 | 17:15 WIB

Indomie goreng

GridPop.ID - Mie instan atau ramen dikenal sebagai salah satu makanan favorit banyak orang di dunia.

Mudah didapat dan dibuat menjadi salah satu daya tarik dari mie instan atau ramen.

Melihat tingginya angka masyarakat yang mengonsumsi mie instan, beberapa negara memproduksi mie instan sendiri dengan cita rasa yang berbeda.

Tak terkecuali dengan Indonesia. Di Indonesia sendiri ada beberapa jenis mie instan atau ramen yang sudah melagenda dengan cita rasanya yang khas.

Baca Juga: Bikin Netizen Banjir Air Mata, 2 Minggu Jelang Pernikahan, Pria Ini Kehilangan Calon Istrinya, Endingnya Lakukan Hal Tak Terduga

Bahkan salah satu mie instan asal Indonesia didapuk menjadi mie instan terenak di dunia.

Melansir dari Tribun Jabar, mie instan asal Indomie, masuk dalam daftar Instant Ramen Power Rangkings 2019 di LA Times.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, media asal Amerika Serikat, Los Angeles Times merilis daftar Instant Ramen Power Rangkings 2019.

Baca Juga: Usai Heboh Gerombolan Mahasiswi Acak-acak Etalase Toko, Kini Viral Dua Wanita Remukkan Mie Instan di Supermarket, Ada Apa?

Rangking tersebut ditulis oleh seorang penulis kolom tentang makanan di LA Times dan produser video Food section, Lucas Kwan Peterson. Ia merilis 31 daftar mi atau ramen instan.

Dilansir Tribunwow.com dari laman LA Times, Selasa (5/11/2019), ada dua jenis rasa Indomie yang masuk 10 besar sebagai mi terenak.

Indomie rasa Ayam Panggang Jumbo menempati peringkat teratas sebagai ramen instan paling enak.

Lucas menyebutkan ada tiga sachet bumbu di dalam bungkus mi tersebut yang menjadi daya tarik utama.

Baca Juga: Renita Sukardi Meninggal Dunia karena Kanker Payudara, Makanan Kegemaran Banyak Orang ini Jadi Penyebab Utama Penyakitnya

Menurutnya, bumbu tersebut adalah satu bungkus berisi minyak bawang, kecap manis, dan saus cabai.

Sementara dua bumbu lain berisi bumbu penyedap rasa ayam panggang, dan bawang goreng.

Ketika bumbu-bumbu tersebut dipadukan dengan mi akan menciptakan rasa yang sangat enak.

"They all mix together to become, how do you say, totally and utterly heavenly?," begitu tulisnya.

Baca Juga: Salah Satu Restoran Erick Thohir Kabarnya Hendak Ditutup, Youtuber Ini Beberkan Rasa Makanan di Tempat Makan Sang Menteri BUMN: Wow, Ini Enak Banget!

Lucas menilai, bumbu rasa ayam panggang ini menyeimbangkan rasa manis dari kecap. Diakuinya, kenikmatan mi ini bertambah dengan adanya bawang goreng.

Lucas mengungkapkan ia sering mengonsumsi mie ini.

"Could and would eat daily," tulisnya.

Indomie dengan rasa Ayam Panggang Jumbo ini berhasil menyingkirkan 30 jenis mie instan lainnya yang datang dari berbagai negara.

Baca Juga: Dulu Terkenal hingga Dijuluki Bintang Film Panas, Artis Seksi ini Berdagang Makanan agar Dapur Tetap Ngebul

Diberitakan Kompas.com, Melansir dari situs web resmi Indomie, produk pertama yang diperkenalkan adalah Indomie Kuah Rasa Kaldu Ayam.

Kemudian, pada tahun 1982, penjualan produk Indomie mengalami peningkatan yang sangat signifikan setelah diluncurkannya Indomie Kuah Rasa Kari Ayam.

Indomie makin digemari, ketika tahun 1983 muncul varian rasa Indomie Mi Goreng.

Indomie pertama kali dibuat oleh PT Sanmaru Food Manufacturing Co Ltd.

Baca Juga: Padahal Sudah Kumur-kumur dan Sikat Gigi Tapi Mulut Masih Bau, Ternyata 6 Makanan Sejuta Umat Ini Jadi Penyebabnya

Namun, kemudian tahun 1984 perusahaan ini dibeli oleh PT Sarimi Asli Jaya yang memproduksi Sarimi.

Selanjutnya tahun 1990, PT Indofood Sukses Makmur Tbk yang sebelumnya bernama PT Panganjaya Intikusuma mengakuisisi perusahaan tersebut sehingga Sarimi dan Indomie berada di bawah satu perusahaan.

Keberadaan PT Indofood tidak bisa terlepas dari sosok Sudono Salim atau Liem Sioe Liong.

Baca Juga: Berbahaya, 2 Bahan Makanan ini Jangan Coba-coba Dimasak di Panci Aluminium, Bisa Jadi Racun!

Melansir dari harian Kompas, Minggu (20/12/1992), Salim dengan Salim Groupnya menerapkan strategi bisnis yang terintegrasi.

Sedikitnya 90 persen pasar domestik mi instan saat itu dikuasai Salim Grup melalui produk Supermi, Sarimi, Super Cup, dan sebagainya. Bahkan omzet penjualan hampir Rp 1 triliun pada tahun 1990. (*)