Find Us On Social Media :

Corona Belum Selesai, Muncul Lagi Wabah Ebola yang Digadang-gadang Jadi Virus Paling Mematikan, WHO Sarankan untuk Selalu Hati-hati Karena Covid-19 Bukan Satu-satunya Ancaman Kesehatan Saat Ini!

By Septiana Risti Hapsari, Rabu, 3 Juni 2020 | 14:00 WIB

Virus ebola jauh lebih mematikan dibanding virus corona

GridPop.ID - Saat ini dunia tengah dibuat keteteran dengan adanya pandemi global, yakni virus corona.

Covid-19 ini telah menyebar ke hampir selurh bagian dunia.

Di tengah gentingnya situasi dunia karena virus corona yang belum mereda, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan adanya wabah baru dari virus ebola.

Wabah Ebola ini muncul di Pemerintah Republik Demokratik Kongo.

Melansir situs resmi WHO, rilis pada Senin (1/6/2020) mengumumkan bahwa wabah baru penyakit virus Ebola terjadi di zona kesehatan Wangata, Mbandaka, di provinsi Equateur.

Baca Juga: Indonesi Bersiap Hadapi New Normal, Satu Wilayah di Jakarta Ini Malah Alami Lonjakan Jumlah Pasien Positif Corona Hingga Nyaris Mencapai 1.000 Orang, Dimana?

Pengumuman ini datang sebagai wabah Ebola yang panjang, sulit dan kompleks di Republik Demokratik Kongo timur dalam fase terakhir.

Kabar tak menyenangkannya, Kongo sendiri saat ini juga berjuang memerangi COVID-19 dan wabah campak terbesar di dunia.

Kementrian Kesehatan menginformasikan adanya enam kasus Ebola sejauh ini, yang telah terdeteksi di Wangata.

Sementara empat dari kasus tersebut telah dinyatakan meninggal dunia, dan dua lainnya masih dalam perawatan.

Tiga dari enam kasus ini telah dikonfirmasi dengan uji laboratorium.

Baca Juga: Digadang-gadang Bisa Jadi Pelindung Diri dari Penyebaran Covid-19, WHO Malah Sebut Masker Berisiko Menularkan Virus Corona hingga Berikan Perlindungan Palsu, Kok Bisa?

Kemungkinan, ada lebih banyak orang yang akan diidentifikasi dengan penyakit ini karena kegiatan pengawasan telah ditingkatkan.

"Ini adalah pengingat bahwa COVID-19 bukan satu-satunya ancaman kesehatan yang dihadapi orang," kata Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal WHO.

“Meskipun banyak perhatian kita tertuju pada pandemi, WHO terus memantau dan menanggapi banyak keadaan darurat kesehatan lainnya," ungkapnya, dikutip Sosok.ID, Selasa (2/6).

Ini adalah wabah Ebola ke-11 di Kongo sejak virus pertama kali ditemukan di negara itu pada tahun 1976.

Kota Mbandaka dan daerah sekitarnya sebelumnya telah menjadi tempat wabah Ebola ke-9 di Kongo yang terjadi pada Mei hingga Juli 2018.

Baca Juga: Makin Memanas, Psikolog Ini Bongkar Watak Asli Syahrini dan Luna Maya yang Bak Bumi dan Langit: Dia Gigih dan Pandai Menyiasati Keadaan

"Itu terjadi pada saat yang penuh tantangan, tetapi WHO telah bekerja selama dua tahun terakhir dengan otoritas kesehatan, CDC Afrika dan mitra lainnya untuk memperkuat kapasitas nasional untuk menanggapi wabah," kata Dr Matshidiso Moeti, Direktur Regional WHO untuk Afrika.

“Untuk memperkuat kepemimpinan lokal, WHO berencana mengirim tim untuk mendukung peningkatan respons. Mengingat kedekatan wabah baru ini dengan rute transportasi yang sibuk dan negara-negara tetangga yang rentan, kita harus bertindak cepat,” ungkapnya.

Dikutip dari Halodoc, Ebola dikatakan menjadi salah satu penyakit akibat infeksi virus yang paling mematikan.

Setidaknya, ada 5 jenis virus Ebola, dan 4 di antaranya disinyalir mampu menginfeksi tubuh manusia.

Data menunjukkan sebanyak 90 persen pengidap Ebola di seluruh dunia tidak mampu bertahan hidup.

Baca Juga: Bak Jatuh Tertimpa Tangga, Bali dan Lombok Kini Dihantui Gelombang Tinggi Air Laut yang Bisa Sebabkan Fenomena Alam Dahsyat Ini: Mengerikan

Oleh karenanya, Ebola harus lekas ditangani agar tidak kian merebak di dunia.

WHO sendiri saat ini sudah berada di Mbandaka untuk mendukung respons terhadap penyakit akibat Ebola ini, sebagai bagian dari kapasitas yang dibangun selama wabah di tahun 2018.

Tim mendukung pengumpulan dan pengujian sampel, dan rujukan ke laboratorium nasional untuk konfirmasi.

Pelacakan kontak terhadap warga juga sedang dilakukan.

Pekerjaan sedang berlangsung untuk mengirim pasokan tambahan dari Kivu Utara dan dari Kinshasa untuk mendukung respons yang dipimpin pemerintah.

Baca Juga: Punya Istri Cantik dan Istana Mewah di Cinere, Anang Hermansyah Blak-blakan Ungkap Masa Kelam Usai Bercerai dengan Krisdayanti dan Tinggal di Ruko: Pegang Duit Cuma 10 Juta

25 pasukan tambahan juga dikerahkan di Mbandaka untuk membantu proses pelacakan.

WHO juga berperan untuk memastikan kelengkapan layanan kesehatan kepada masyarakat terlepas dari kejadian darurat ini.

Adapun outbreak Ebola ke-10 di Republik Demokratik Kongo, terjadi di provinsi Kivu Utara, Kivu Selatan, dan Ituri.

Pada 14 Mei 2020, Departemen Kesehatan memulai penghitungan 42 hari untuk deklarasi akhir dari wabah tersebut.

Wabah baru Ebola diperkirakan terjadi di Republik Demokratik Kongo, mengingat keberadaan virus di reservoir hewan di banyak bagian negara itu.

Baca Juga: Tanpa Tedeng Aling Aling, Agnez Mo Tiba-tiba Lontarkan Kritikan Pedas Tuding Ahmad Dhani Sebagai Orang Tak Bijaksana, Tingkah Suami Mulan Jameela Ini yang Diduga Jadi Penyebabnya

Kongo, saat ini tengah berjuang mengatasi berbagai masalah kesehatan.

Per 31 Mei 2020, terdapat 3195 kasus Covid-19 telah dilaporkan, termasuk 72 kematian.

Sementara sejak 2019, terdapat 369 520 kasus campak dan 6779 kematian telah dilaporkan.

Selain kedua wabah itu, Kongo menghadapi wabah baru dari virus Ebola.

Baca Juga: Buktikan Dirinya Tak Silau dengan Status Sang Suami Sebagai Komisaris Utama Pertamina, Penampilan Sederhana Puput Nastiti Devi yang Jauh dari Kesan Mewah saat Antar Anak Tes Kesehatan Curi Perhatian

Wabah ke-11 sedang berlangsung di Mbandaka, provinsi Equateur.

Kemunculannya diumumkan pada 1 Juni 2020. Sejauh ini terdapat 6 kasus (3 dikonfirmasi, 3 suspect).

Dari ke enam pasien, 4 orang meninggal dunia dan 2 orang dalam perawatan.

Baca Juga: Indonesi Bersiap Hadapi New Normal, Satu Wilayah di Jakarta Ini Malah Alami Lonjakan Jumlah Pasien Positif Corona Hingga Nyaris Mencapai 1.000 Orang, Dimana?

Wabah ke-10: virus Ebola di Kongo, terjadi di Provinsi Kivu Utara, Kivu Selatan, dan Ituri.

Wabah itu masih berlangsung hingga saat ini sejak dinyatakan pada 1 Agustus 2018.

Terdapat 3463 kasus (3317 dikonfirmasi dan 146 suspect).

Dari jumlah tersebut, 2.280 orang meninggal dan 1.171 selamat.

Baca Juga: Sepi Job Manggung karena Pandemi Corona Sampai Harus Banting Setir Jualan Bakpao, Penyanyi Dangdut ini Mendadak Beri Kabar Duka karena Bisnis Kulinernya Harus Tutup, Ada Apa?

Wabah ke-9 virus Ebola di Kongo terjadi pula di Mbandaka, provinsi Equateur.

Dinyatakan pada 8 Mei 2018 dan berakhir pada 24 Juli 2018.

Terdapat 54 kasus (38 dikonfirmasi dan 16 suspect). Dari mereka, 33 meninggal dan 21 selamat.

Baca Juga: Suaminya di Sinetron Terciduk Narkoba, Sophia Latjuba Sedih Bukan Main Bongkar Watak Asli Dwi Sasono: Dia Keluarga yang Paling Manis dan Bertanggung Jawab

(*)

Artikel ini telah tayang di Sosok.ID dengan judul: Ebola, Infeksi Virus Paling Mematikan Kembali Muncul di Tengah Pandemi Covid-19, WHO: Ancaman Kesehatan Kita Bukan Hanya Corona