Find Us On Social Media :

Sebut Ada Penyebab Lain, Mantan Dirjen Perhubungan Udara Duga Mesin Pesawat Sriwijaya Air Masih Hidup Sebelum Membentur Air Laut

By Andriana Oky, Kamis, 14 Januari 2021 | 15:40 WIB

Pesawat Sriwijaya Air tinggal landas meninggalkan Bandara Soekarno-Hatta, Banten, Minggu (26/5/2013).

GridPop.ID - Proses pencairan pesawat Sriwijaya AIr SJ yang jatuh pada 8 Januari 2021 kemarin terus berlanjut.

Kabar terbaru, tim SAR gabungan telah menemukan kotak hitam atau black box Sriwijaya Air SJ 182 pada Selasa (12/1/2021) kemarin sekitar pukul 16.00 WIB.

Diberitakan Kompas.com (12/1/2021), diungkapkan kotak hitam ditemukan di antara Pulau Laki dan Lancang, Kepulauan Seribu, Jakarta.

Diketahui dari penjelasan jurnalis Kompas TV, kotak hitam ditemukan oleh tim Kopaskal Armada 1 TNI Angkatan Laut.

Baca Juga: Blak-blakan Akui Menikah Tanpa Cinta, Puput Nastiti Devi Ungkap Alasannya Tetap Terima Pinangan Ahok Meski Dibully Seantero Negeri

Selanjutnya setelah tiba di JICT, kotak hitam akan diserahkan ke tim Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk diteliti lebih lanjut.

Tak hanya Kopaskal, turut dalam rombongan pencari black box di antaranya penyelam Dislambair dan Taifib.

Hingga saat ini black box Sriwijaya Air masih diperiksa.

Menanti hasil pemeriksaan kotka hitam tersebut, Mantan Dirjen Perhubungan Udara Budhi Muliawan menduga ada penyebab lain dari jatuhya pesawat dengan rute penerbangan Jakarta Pontianak itu.

Dugaan awal, pesawat Sriwijaya Air diduga jatuh disebabkan karena mesin mati.

Baca Juga: Sering Umbar Kemesraan, Billy Syahputra Bantah Tudingan Putus dari Amanda Manopo Usai Foto Mesra Lenyap Hingga Diunfollow Kekasih: Kami Tidak Apa-apa

Dilansir dari Tribunnews.com, Budhi Muliawan menyebut ada penyebab lain pesawat jatuh mendadak.

"Jika sesuai keterangan dugaan KNKT engine masih hidup, berarti ada hal lain yang menyebabkan pesawat ini jatuh mendadak," ujar Budhi kepada Tribunnews, Rabu (13/1/2021).

Namun, Budhi menambahkan keterangan KNKT ini masih terlalu dini untuk disimpulkan

"Masih dini kalau menyatakan bahwa engine masih hidup, karena ada kemungkinan Auxiliary Power Unit (APU) mengambil alih," ungkap Budhi yang juga mantan Menteri Perhubungan (Menhub) periode kepemimpinan Gus Dur.

Diketahui, radar pesawat Sriwijaya Air SJ 182 ini hilang hanya dalam hitungan detik.

Baca Juga: 4 Kali Nikah Hingga Punya 20 Selir, Raja Thailand dan Selir Kepergok Menyapu Halaman Penjara di Bangkok, Ternyata Ini yang Terjadi

"Bisa melihat dari flight radar secara kasar ya, kurang dari 1 menit udah nyebur ke laut, pasti ada sesuatu yang tiba-tiba."

"Sehingga, pilot pun tidak sadar apa yang terjadi," tutur Budhi.

Budhi mengatakan biasanya jika pilot sadar adanya kerusakan pada pesawat, sang pilot akan memberikan peringatan kepada penumpang.

Serta, akan mengirimkan sinyal SOS dan berteriak mayday-mayday.

"Biasanya, pilot kalau sadar ada kerusakan, di cockpit dia akan langsung bilang, hati-hati penumpang, kita siap-siap untuk menyebur ke laut, pendaratan darurat."

Baca Juga: 4 Kali Nikah Hingga Punya 20 Selir, Raja Thailand dan Selir Kepergok Menyapu Halaman Penjara di Bangkok, Ternyata Ini yang Terjadi

"Dia (Pilot) akan mengirimkan sinyal SOS," jelas mantan Menhub itu.

Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 ini memang tidak mengirim sinyal marabahaya saat hilang kontak.

Budhi menyampaikan pasti ada satu hal yang membuat sang pilot sampai tidak bisa memberikan sinyal itu.

"Ini pilot tidak sempat sama sekali, kejadiannya begitu cepat, Pasti ada sesuatu, dugaannya bisa cuaca atau bisa yang lainnya," ujarnya.

Namun dirinya kembali menghimbau agar tetap menanti hasil dari pemeriksaan black box pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang sudah ditemukan.

GridPop.ID (*)