Find Us On Social Media :

Vaksinasi Bakal Kian Getol Dilakukan Usai Covid-19 Varian Delta Ditemukan di Daerah Istimewa Yogyakarta, Ini Kata Menkes

By Ekawati Tyas, Minggu, 18 Juli 2021 | 13:42 WIB

Pengendara sepeda motor yang melintas di Tugu Pal Putih Yogyakarta taat prokes dengan mengenakan masker, Minggu (24/1/2021)

Namun ada gejala tambahan saat seseorang terinfeksi corona varian delta, yakni nyeri otot, sakit kepala, sakit tenggorokan, hidung tersumbat atau pilek,

mual atau muntah, diare, sakit perut, kehilangan nafsu makan, gangguan pendengaran, pembekuan darah, gangren (kematian jaringan tubuh).

Sementara itu, DI Yogyakarta rupanya menjadi salah satu wilayah yang turut terpapar varian Delta di Indonesia.

Dilansir dari Kompas.com, hal itu diketahui berdasarkan data GISAID yang tak lain adalah organisasi nirlaba yang didirikan di Jerman pada 2008 dan merupakan bank data beragam virus influenza dan corona yang menjadi penyebab Covid-19.

Baca Juga: Jangan Gegabah, Segera Lakukan Hal Berikut Jika Tubuh Terinfeksi Covid-19 Varian Delta!

Budi Gunadi Sadikin Menteri Kesehatan juga membenarkan kabar tersebut.

"Jadi yang pertama kita rutin submit ke GISAID, yang kemarin memang betul itu data varian delta di Indonesia sudah cukup banyak," katanya saat jumpa pers di Bangsal Kepatihan, Kompleks Kepatihan, Kota Yogyakarta, Sabtu (17/7/2021).

Ia lantas menjelaskan bahwa varian delta telah menyebar di 14 provinsi di Tanah Air dan salah satunya DI Yogyakarta.

"Lebih dari 14 provinsi (temuan varian delta)," imbuh Budi.