Find Us On Social Media :

Bikin Banngga Satu Indonesia, Pemuda Ini Terlibat Langsung dalam Proses Pembuatan Vaksin Aztrazaneca di Inggris, Sosoknya Bukan Sembarangan!

By Andriana Oky, Senin, 19 Juli 2021 | 20:21 WIB

Indra Rudiansyah, warga negara Indonesia yang terlibat dalam penelitian dan pembuatan vaksin Covid-19 di Universitas Oxford, Inggris.

GridPop.ID - Vaksin Covid-19 Aztrazaneca merupakan salah satu vaksin yang digunakan oleh Pemerintah Indonesia untuk program vaksinasi di Tanah Air.

Vaksin Covid-19 Aztrazaneca sendiri merupakan vaksin yang berasal dari Inggris.

Belum lama ini, terungkap sosok ilmuwan yang menjadi pencetus terciptanya vaksin Aztrazaneca.

Diberitakan GridPop.ID sebelumnya, diungkapkan ilmuwan yersebut bernama Dame Sarah Gilbeert.

Baca Juga: Tersipu Malu Saat Dapat Tepuk Tangan Meriah hingga Standing Ovation, Ini Sosok Wanita Ilmuwan Dibalik Vaksin Covid-19 Aztrazaneca

Sosoknya menjadi sorotan saat hadir di lapangan Wimbledon untuk menonton pertandingan tenis hari pertama di zona Kerajaan Inggris.

Mendapat undangan secara khusus, Dame Sarah Gilbeert mendapat tepuk tangan dan standing ovation dari para penonton menjelang pertandingan pembuka.

Selain Sarah, rupanya ada orang Indonesia yang juga turut berperan dalam proses pembuata vaksin Covid-19 Aztrazaneca.

Diberitakan Kompas.com, disebutkan Indra Rudiansyah merupakan salah satu pemuda Indonesia yang terlibat langsung dalam proses pembuatan vaksin Aztrazaneca.

Ia juga turut hadir dalam pertandingan tenis pertama di Lapangan Wimbledon, Inggris.

Baca Juga: Tenar Jadi Seleb Sekaligus Musisi Kondang, Iqbaal Ramadhan Ungkap Cita-Cita Nyeleneh yang Bertolak Belakang dengan Profesinya Kini, Apa?

Mahasiswa di Universitas Oxford bergabung dengan tim untuk membantu uji klinis antibody response dari para relawan yang sudah divaksinasi.

Mahasiswa S3 ini awalnya ingin menyusun tesis tentang vaksin Malaria. Namun keterlibatannya dalam tim pembuatan Vaksin Aztrazaneca merupakan kasus nyata dari penelitan vaksin untuk menyelamatkan banyak orang.

"Biasanya untuk vaksin baru paling tidak memerlukan waktu lima tahun hingga tahapan ini," terang alumnus S2 Bioteknologi ITB dengan Fast Track Program tersebut.

Dalam prosesnya, studi dilakukan terhadap 560 orang dewasa yang sehat, termasuk 240 orang berusia di atas 70 tahun.

Hasilnya, vaksin virus corona AstraZeneca lebih dapat ditoleransi pada orang yang lebih tua daripada orang dewasa muda.

Baca Juga: Baca Juga: Tersipu Malu Saat Dapat Tepuk Tangan Meriah hingga Standing Ovation, Ini Sosok Wanita Ilmuwan Dibalik Vaksin Covid-19 Aztrazaneca

Lebih dari 600 juta dosis vaksin AstraZeneca kini telah dipasok ke 170 negara di seluruh dunia, termasuk 100 negara lebih yang tergabung dalam COVAX.

Meski harganya termurah, efikasi atau kemanjuran vaksin AstraZeneca cukup tinggi, termasuk mencegah infeksi Covid-19 varian Delta hingga 92 persen.

GridPop.ID (*)