Find Us On Social Media :

Pontang-panting Cari Oksigen Sejak Pagi, Pria Ini Mendadak Lemas di Tengah Antrean Tiba-tiba Terima Telepon dari Rumah Kabarkan Kondisi Ibunya

By Ekawati Tyas, Jumat, 23 Juli 2021 | 20:41 WIB

Shiri menangis saat mengantre oksigen, di Jalan Veteran, Kota Pontianak, Kalbar, Kamis (22/7/2021) siang. Rupanya ia mendapat kabar ibunya yang membutuhkan oksigen sudah meninggal.

GridPop.ID - Ketersediaan oksigen kian menipis seiring bertambahnya jumlah pasien Covid-19 di Tanah Air.

Bahkan banyak yang mesti antre berjam-jam untuk dapat membawa pulang oksigen demi sanak keluarga yang tengah terbaring lemah lantaran terpapar Covid-19.

Dilansir dari Tribunwow.com, kejadian pilu dialami seorang pria bernama Shiri di Pontianak, Kalimantan Barat pada, Kamis (22/7/2021).

Shiri mengantre di bawah terik matahari demi memperoleh oksigen untuk sang ibu yang tengah terpapar Covid-19 dan mengalami sesak napas.

Pria tersebut berada di ujung antrean yang teramat panjang saat hendak mengisi oksigen tepatnya di sebuah perusahaan, di Jalan Veteran, Kota Pontianak.

Tak hanya Shiri, ada banyak warga yang mengantre mengisi oksigen sejak pagi.

Baca Juga: Pandemi Corona Kian Merajalela di Indonesia, Pasien Kehabisan Tempat Tidur Terpaksa Dirikan Tenda di Luar RS hingga Stok Oksigen Menipis

Namun di tengah antrean, tiba-tiba Shiri mendapat panggilan telepon yang membuat kakinya mendadak lemas.

Bagaimana tidak, belum selesai ia mengantre dan membawa pulang oksigen, namun sang ibu dikabarkan telah tiada.

Sontak Shiri langsung meneteskan air mata dan kebingungan.

“Sudah terlambat, ibu saya sudah meninggal," katanya seraya menangis dan bergegas membawa pulang tabung tanpa berisi oksigen.

Pria tersebut mengaku bahwa sejak pagi telah berusaha mencari oksigen untuk sang ibu.

Tak mampu berkata-kata banyak, Shiri sempat berujar bahwa ibunya tengah menjalani perawatan di rumah.

Selain itu ibunya juga mengalami sesak napas dan membutuhkan oksigen.

"Saya dari pagi. Oksigennya telat ini. Ibu saya yang sakit di rumah sesak napas.

Baca Juga: Tetap Dandan Cantik dan Poles Make Up Sendiri Meski Selang Oksigen Menempel di Hidung, Wanita Ini Viral hingga Terungkap Fakta Sesungguhnya

Perawatan di rumah, di rumah sakit tidak ada oksigen katanya," tuturnya sembari mengusap air mata.

Shiri pun bergegas untuk meninggalkan lokasi antrean dan pulang menemui jenazah ibunya.

Dilansir dari Kompas.com, saat ini pasokan oksigen untuk daerah agak terlambat seperti yang dikatakan Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji.

Kini masih menunggu drop oksigen dari Jakarta, Batam, bahkan Kuching.

Apabila stok datang lebih cepat, maka Kamis hingga Jumat depan stok oksigen di Kalbar dapat kembali normal.

“Kita di provinsi terus berupaya bagaimana stok obat, dan oksigen cukup. Oksigen untuk hari ini pas-pasan. Untuk daerah bahkan pasokan agak terlambat.

Mudah-mudahan drop dari Jakarta, Batam dan Kuching bisa cepat,” ujarnya.

“Insya Allah kita akan berupaya semaksimal mungkin. Saya minta juga agar vaksinasi dipercepat. Itu yang harus dilakukan daerah dan kami provinsi akan memperhatikan,” ujarnya.

Baca Juga: Kadar Saturasi Oksigen Rendah Jadi Tanda Covid-19, Begini Cara Gunakan Pulse Oximeter untuk Pantau Kesehatan!

GridPop.ID (*)