Find Us On Social Media :

Warga Sampai Berebut Air Bekasnya, Ini Dia Tradisi Unik Nyiram Pusaka di Yayasan Al-Awaliyah Jelang Maulid Nabi Muhammad SAW

By Sintia N, Selasa, 12 Oktober 2021 | 07:31 WIB

Warga berebut air hasil pencucian benda pusaka yayasan Al-Awaliyah Padepokan Nur Sedjati, Kamis (7/11/2019)

GridPop.ID - Tak lama lagi, seluruh umat muslim di dunia akan merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Hari yang bersejarah bagi umat Islam tersebut akan jatuh pada Selasa 19 Oktober 2021.

Sayangnya tahun ini umat Islam masih harus merayakan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW tersebut dalam keprihatinan akibat pandemi covid-19.

Padahal tahun-tahun sebelumnya, banyak ritual adat atau tradisi unik memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar di berbagai daerah.

Salah satunya tradisi nyiram pusaka di Yayasan Al-Awaliyah yang dilakukan menjelang maulid Nabi Muhammad SAW.

Melansir Tribun Jabar, tradisi nyiram pusaka di Yayasan Al-Awaliyah itu sempat digelar pada 7 November 2019 silam.

Kala itu, maulid Nabi Muhammad SAW jatuh pada tangal 9 November 2019.

 

Kegiatan yang digelar di halaman Padepokan Nur Sedjati tepatnya di dalam yayasan Al-Awaliyah itu turut dihadiri para sesepuh, anggota padepokan, Dosen ISBI Bandung, tamu undangan dan warga sekitar.

Baca Juga: Niat Hati Pamer Deretan Aksesois Mahal, Nagita Slavina Hamil Tua Malah Kaget Dapati Hal Ini di Rambutnya

 

"Kami dari tahun ke tahun menyelenggarakan yang namanya maulid nabi, alhamdulilah sudah masuk di tahun 8," ujar Pimpinan yayasan Al-Awaliyah, Buyut Suhenda, Kamis (7/11/2019).

Ia pun menyebut, bahwa kegiatan ini bertujuan agar masyarakat khususnya warga Blok Subatok, Desa Sumber Kulon, Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka tidak melupakan sejarah.

Bahwa, kata Buyut Suhenda, kegiatan ini merupakan peninggalan leluhur dan orang zaman dahulu yang patut terus dilestarikan.

"Cuma kita ambil logisnya, jangan magic atau mistisnya. Adapun perlengkapan yang dapat dikaitkan itu merupakan bentuk budaya tujuannya agar terus dipelihara dan dijaga biar tetap terjaga sampai generasi berikutnya," ucap dia.

Lanjut Buyut Suhenda menjelaskan, ada sekitar 144 benda pusaka yang akan dicuci atau dibersihkan yang berasal dari Kerajaan Pajajar dan Kerajaan Mataram.

 

"Kurang lebih ada 144 jenis dan alhamdulilah sudah masuk ke Original Record Indonesian (ORI) dengan jumlah 2.270.000 pusaka," kata Buyut Suhenda.

"Ini juga merupakan rangkaian acara, yang mana sebagai pembuka dari semua rangkaian kegiatan memperingati hari Maulid Nabi Muhammad, yang insya Allah puncaknya pada tanggal 9 November 2019 mendatang," ujarnya.

Baca Juga: 5 Tahun Pacaran, Al Ghazali Akui Siap Pinang Alyssa Daguise, Ini Dia Sosok Calon Besan Maia Estianty yang Tak Bisa Dipandang Sebelah Mata

Buyut Suhenda menambahkan, ada benda pusaka yang disimpan di Padepokan tersebut, berasal dari abad ke-14. Yakni, semenjak kerajaan Kutai Kertanegara.

"Kami beda dari kemasannya dibanding tahun-tahun sebelumnya, intinya mah dari tahun ke tahun bagaimana kita mengemas acara sedemikian rupa untuk menjadikan boleh dikatakan ikon Desa Sumber Kulon agar wisatawan dapat datang ke sini," ucap Suhenda.

"Yang unik juga, dalam rangkaian acara tersebut ada sedekah bumi, kita kumpul bareng warga, makan bersama dengan makanan saling tukar, ada juga merebutkan air hasil cucian benda pusaka tersebut," katanya.

Setelah tradisi nyiram pusaka itu rampung dilaksanakan, terlihat banyak warga berebut air hasil pencucian benda pusaka di Yayasan Al-Awaliyah.

Pantauan Tribun Cirebon, mereka berebut air untuk dimasukkan ke botol yang sudah mereka bawa sebelumnya.

Seorang warga setempat asal Desa Sumber Kulon, Wastiyem (35), mengaku air yang telah ia ambil hasil pencucian benda pusaka itu ia manfaatkan untuk mandi.

Selain itu, kata dia, air tersebut juga ia gunakan untuk diminum dan dibuat usaha agar mendapatkan keberkahan.

 

Warga lainnya, Sumini (45) mengaku hasil pengambilan air pencucian tersebut, ingin dimanfaatkan untuk pertanian.

Sebab, dengan diberikannya air tersebut, diharapkan sawah miliknya dapat tumbuh subur dan berkah.

Sayangnya sampai berita ini diturunkan, belum diketahui apakah tahun ini tradisi unik nyiram pusaka di Yayasan Al-Awaliyah itu akan kembali dilakukan atau tidak.

Baca Juga: Bolos Kerja, Seorang Guru Ditemukan Tewas 3 Hari di Kamar Kos, Polisi Ungkap Fakta Mencengangkan hingga Bongkar Sosok Pelaku

GridPop.ID (*)