Find Us On Social Media :

Dulu Diprediksi Sebagai Negara Gagal hingga Xanana Gusmao Nyaris Tewas Dibunuh Rakyatnya Sendiri, Timor Leste Sempat Alami Peristiwa Brutal Sampai Tak Mampu Atasi Penyakit Mematikan

By None, Jumat, 7 Februari 2020 | 17:23 WIB

Tentara Australia ketika berada di Timor Leste saat kerusuhan tahun 2006 terjadi

Keadaan kacau balau Timor Leste saat itu nyatanya tak bisa dikendalikan oleh FDTL dan pemerintah.

Mereka harus sampai meminta bantuan militer ke Australia, Portugal, Selandia Baru dan Malaysia.

Lantas sebanyak 150 personel komando Australia mendarat di Timor Leste.

Personil Australia ini juga tak luput dari serangan kombatan pimpinan Reinado.

Tak lama setelah tentara Australia datang, rumah Menteri Dalam Negeri Regerio Lobato dibakar yang menewaskan istri dan lima anaknya.

Sampai-sampai tentara resmi pemerintah yang tak tahu alasannya malah menembaki markas polisi padahal di sana juga ada personil PBB.

Aksi Reinado lantas berpuncak pada 11 Februari 2008.

Baca Juga: Panji Petualang Dipanggil Lepaskan Ban di Leher Buaya Tapi Gagal, Pihak Berwenang Tak Tinggal Diam hingga Gelar Sayembara

Ia dan anak buahnya melakukan serangan terhadap presiden Ramos Horta dan Perdana Menteri Xanana Gusmao di kediamannya masing-masing.

Ramos Horta terluka parah hingga kritis namun Xanana selamat dari percobaan pembunuhan itu.

Petualangan Reinado berakhir saat aksi penyerangan itu, ia tewas ditembak oleh tentara FDTL yang menjaga rumah Ramos Horta.

PBB juga sampai turun tangan mengatasi masalah keamanan di Timor Leste, butuh waktu hampir 6 tahun agar kondisinya stabil kembali.

Nah, Xanana, minta tolong sama saudara Australia dan Portugal saja ya!