Find Us On Social Media :

Cari Bayaran Tinggi untuk Bertahan Hidup, PSK China Gunakan Belut untuk Kembalikan Keperawananya, Ternyata Begini Caranya!

By None, Rabu, 24 Juni 2020 | 14:00 WIB

Ilustrasi belut

GridPop.ID - Keperawanan terkadang masih dianggap sebagai hal yang tabu untuk dibicarakan.

Alhasil, tak sedikit wanita dengan ekonomi yang lemah menggunakan keperawanannya untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.

Jaringan prostitusi pun selalu ada di setiap negara di seluruh dunia.

Prostitusi sudah ada jauh sebelum abad ke-21.

Bahkan pada zaman kekaisaran Romawi dan Yunani, wanita dianggap sebagai komoditi berharga untuk diperdagangkan.

Prostitusi kemudian mulai dikenal di seluruh dunia karena kebiasaan buruk bangsa Romawi dan Yunani kala itu.

Baca Juga: Ditanya Soal Perceraiannya dengan Ahmad Dhani yang Berdampak Bagi Tiga Anaknya, Maia Estianty Blak-blakan Bongkar Jawaban El Rumi Saat Diberi Pilihan Sulit Ini: Bapak Ibunya Brengsek Tetap aja Dia Sayang

Para wanita pramuria yang bekerja di dunia 'esek-esek' tersebut mau tak mau harus selalu menjaga serta merawat asetnya yang paling berharga, tubuh.

Tujuannya agar tetap ada pelanggan yang mau memakai jasanya.

Pada tahun 2015 lalu tepatnya di Beijing, China. Kepolisian setempat berhasil membongkar sebuah jaringan prostitusi di Xuzhou, Provinsi Jiangsu.

Modus operandi prostitusi itu berkedok penipuan.

Para pelaku prostitusi itu menjebak para lelaki dengan menjajakan sejumlah gadis yang masih perawan kepada mereka.

Baca Juga: Bukan Vanesha Prescilla, Ini Sosok Wanita yang Berhasil Takhlukan Hati Iqbaal Ramadhan: Sudah Ditaksir Sejak SMP hingga Jalani LDR Beda Negara!

Alasan para gadis itu ingin menjual keperawanannya tampak klise, yakni untuk membiayai pengobatan ibu mereka yang sedang sakit di kampung halaman.

Jaringan prostitusi menawarkan para gadis itu melalui beragam platform media sosial.

Polisi yang menerima laporan dari masyarakat segera menindaklanjuti kasus ini.

Singkat cerita kepolisian berhasil menjalin kontak dan bertemu dengan seorang wanita pramuria bernama Liu.

Mereka kemudian menangkapnya dan menginterogasi Liu.

Baca Juga: Pamornya Melejit Saat Bergabung dengan Duo Serigala, Biduan Cantik Ini Akui Pernah Telan Pil Pahit Jualan Nasi Goreng hingga Nikah 3 Kali!

Liu kemudian mengaku bahwa ia diperkenalkan dengan jaringan prostitusi ini oleh seorang teman di kampung halamannya, Chongqing.

Rupanya para wanita pramuria itu sudah tidak perawan, para pelanggan ditipu mentah-mentah dengan menggunakan darah belut.

Darah belut yang sudah diserap dalam spon dipalsukan oleh para pelaku sebagai darah keperawanan mereka.

Belut dipilih karena karakteristik darahnya mirip manusia.

Liu juga berkata setidaknya ada sepuluh orang asal Chongqing yang terlibat dalam penipuan status keperawanan ini.

Baca Juga: 3 Tahun Nikah Ngaku Bahagia dengan Angga Wijaya, Dewi Perssik Justru Lontarkan Keinginan untuk Cerai hingga Singgung Soal Orang Ketiga: Dia bosan sama Sayur Lodeh, Mungkin Mau Tumis Kangkung!

Seperti dikutip dari Kompas.com, seorang perwira polisi yang menangani kasus ini bernama Hao Pengfei berkata "Jaringan ini sangat terorganisasi dengan baik, dan tiap anggota memiliki tanggung jawab spesifik. Saat mereka berada di lokasi baru, maka pemimpin jaringan akan membeli data personal secara ilegal."

"Harga layanan untuk para gadis itu bervariasi antara 2.000 dan 10.000 yuan (Rp 4-22 juta). Sejauh ini, kelompok tersebut sudah mengantongi ratusan ribu yuan," tambah Pengfei.

GridPop.ID (*)Artikel ini telah tayang di Grid.ID dengan judul 'Pakai Belut, Ini Cara Wanita 'Penjual Syahwat' di China Agar Tetap Perawan'