Find Us On Social Media :

Wawancara Kursi Kosong Berbuntut Panjang, Relawan Jokowi Laporkan Najwa Shihab ke Polda Metro Jaya Hingga Dewan Pers: Kami Hanya Ingin Perlakuan Ini Tidak Ditiru Jurnalis Lain!

By Arif B,None, Selasa, 6 Oktober 2020 | 19:45 WIB

Aksi Najwa Shihab wawancarai kursi kosong untuk sindir menteri Terawan

GridPop.ID - Video wawancara Najwa Shihab dengan kursi kosong yang seharusnya diisi oleh Menteri Terawan berbuntut panjang.

Oleh relawan Jokowi, Najwa Shihab dilaporkan ke Polda Metro Jaya.

Alasannya, wawancara yang dilakukan oleh Najwa Shihab dinilai telah melukai perasaan pendukung Jokowi.

Baca Juga: Sempat Tunda Momongan Usai Menikah, Akhirnya Randy Pangalila Umumkan Kehamilan Pertama Sang Istri, Kompak Pamerkan Foto USG Sambil Berpose Mesra, Selamat Ya!

Hal ini dikatakan oleh Ketua Umum Relawan Jokowi Bersatu, Silvia Devi.

Silvia sebagai ketua relawan yang membawahi barisan pendukung Jokowi pada 21 provinsi dan 174 kota di seluruh Indonesia menganggap apa yang dilakukan Najwa telah menyinggung perasaan.

Ia mengklaim para pendukung Jokowi diklaim tersinggung dengan wawancara kursi kosong yang dibawakan Najwa Shihab.

Baca Juga: Lima Bulan Jalani Rehabilitasi, Akhirnya Roy Kiyoshi Dipulangkan dari RSKO, Rayakan Kebebasan dengan Temui dan Melepas Rindu Pada Sosok Spesial Ini: Mau Manja-manjaan

"Wawancara kursi kosong Najwa Shihab melukai hati kami sebagai pembela presiden karena Menteri Terawan adalah representasi dari Presiden Joko Widodo," kata Silvia di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (6/10/2020).

Silvia mengatakan pihaknya menduga Najwa Shihab telah melanggar pasal tentang cyber bullying.

Menurutnya, parodi wawancara kursi kosong Menteri Kesehatan Terawan sebuah tindakan yang melawan hukum.

Baca Juga: Akhirnya Terungkap, Ternyata Begini Cara Vanessa Angel Bisa Tebus Xanax di Surabaya Meski Pakai Resep Jakarta, Apoteker: Kalau Mbak Butuh Banget Saya Kasih tapi Minta Foto

"Tindak pidananya cyber bullying. Karena narasumber tidak hadir kemudian diwawancarai dan dijadikan parodi,"

"Parodi itu suatu tindakan yang tidak boleh dilakukan kepada pejabat negara khususnya menteri. Karena beliau adalah representasi dari Presiden Joko Widodo," jelasnya.

Silvia juga menuding wawancara kursi kosong adalah preseden buruk dalam profesi jurnalis.

Baca Juga: Tulis Surat Terbuka untuk Buruh yang Gelar Aksi Mogok Kerja Nasional, Menaker: Saya Antusias Menunggu Kehadiran Teman-teman di Meja Dialog Bukan di Jalanan

Sebaliknya, dirinya tidak ingin tindakan yang dilakukan Najwa Shihab menjadi inspirasi jurnalis lainnya.

"Kami hanya ingin perlakuan yang dilakukan oleh Najwa Shihab di depan jutaan rakyat Indonesia tidak berulang dilakukan oleh wartawan lain atau tidak ditiru,"

"Pada akhirnya kami memutuskan membuat laporan pada polisi," tuturnya.

Baca Juga: 3 Tahun Kerja dari Gubuk, 10 Orang Pembobol Rekening Bank Sukses Gondol Uang Nasabah Senilai Rp 21 Miliar Hingga Sanggup Bangun Rumah dengan Kolam Renang!

Tak hanya Najwa Shihab, relawan Jokowi juga akan melayangkan somasi terhadap Trans 7 sebagai saluran televisi yang menayangkan acara tersebut.

Mereka juga akan melaporkan kasus ini ke Dewan Pers.

GridPop.ID (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul, Datangi Polda Metro Jaya, Relawan Jokowi Ungkap Alasan Ingin Polisikan Najwa Shihab