Find Us On Social Media :

Langkahi AS dan Eropa, Inggris Akan Pakai Vaksin Covid-19 Pfizer-BioNTech Mulai Pekan Depan, Ini Tantangan untuk Negara Berkembang Kalau Mau Ikuti Jejaknya!

By Arif B,None, Jumat, 4 Desember 2020 | 07:30 WIB

Ilustrasi vaksin Covid-19

GridPop.ID - Sudah setahun virus corona SARS-CoV-2 menjungkirbalikkan kehidupan normal di seluruh penjuru dunia.

Seolah tak mau berlarut-larut terpuruk, Inggris pun menyetujui penggunaan vaksin Covid-19 yang dikembangkan Pfizer-BioNTech pada Rabu (2/12/2020).

Dengan begini, Inggris pun menjadi negara pertama di Barat, yang bahkan mendahului AS dan Eropa, soal vaksin Pfizer.

Baca Juga: Kecantikannya Tak Luntur Dimakan Waktu, Artis Senior Ini Berhasil Pikat Berondong Ganteng dan Tajir yang 18 Tahun Lebih Muda dengan Pesonanya

Bahkan, mereka mengatakan jikavaksin harus segera disuntikkan ke kelompok paling rentan awal minggu depan.

Persetujuan Inggris yang dibilang tergesa-gesa ini tentu mematik pro dan kontra.

Apalagi ada beberapa tantangan yang harus dihadapi, khususnya untuk negara berkembang jika ingin mengikuti langkah Inggirs.

Baca Juga: Pantas Ariel NOAH Klepek-klepek, Begini Penampilan Seksi Sophia Latjuba Bak Gadis Remaja di Usianya yang Sudah Setengah Abad, Netizen Banjiri dengan Pujian

Apa itu?

Perdana Menteri Boris Johnson memuji persetujuan otoritas kedokteran sebagai kemenangan global.

Terpenting, pihaknya menganggap ini adalah harapan di tengah kesuraman virus corona SARS-CoV-2 yang telah menewaskan hampir 1,5 juta orang di seluruh dunia, menghancurkan ekonomi dunia, dan menjungkirbalikkan kehidupan normal.

Dilansir Reuters, Rabu (2/12/2020) Badan Pengatur Produk Obat dan Kesehatan Inggris (MHRA) memberikan persetujuan penggunaan darurat untuk vaksin Pfizer-BioNTech, yang menurut mereka 95 persen efektif dalam mencegah penyakit.

Baca Juga: Sempat 6 Tahun Isi Hati Ririn Ekawati, Mantan Suaminya Kini Sudah Move On Lepas Status Duda dengan Wanita Cantik Ini, Perilaku Istri Edwin Abeng Terhadap Sang Anak Tiri Jadi Sorotan

Persetujuan diberikan dalam waktu singkat, hanya 23 hari sejak Pfizer menerbitkan data pertama dari tahap akhir klinisnya. percobaan.

“Luar biasa,” kata Johnson.

“Vaksin akan mulai tersedia di seluruh Inggris mulai minggu depan. Ini adalah perlindungan vaksin yang pada akhirnya akan memungkinkan kita untuk mendapatkan kembali hidup kita dan membuat ekonomi bergerak lagi."

Baca Juga: Pernikahanya dengan Sang Raja Dangdut hanya Bertahan Sumur Jagung, Angel Lelga Akui Masih Sayang hinga Bongkar Pesona Sang Mantan Suamiyang Buatnya Klepek-klepek

Persetujuan penggunaan vaksin ini hampir tepat setahun sejak virus corona baru muncul di Wuhan, China akhir Desember 2019 lalu.

"Ini adalah kemenangan bagi sains," kata bos Pfizer Albert Bourla dan mitra bioteknologi Jermannya, BioNTech.

Tetapi persetujuan yang sangat cepat prosesnya ini juga menuari kritik tajam.

Regulator obat Uni Eropa mengatakan prosedur yang lebih lama untuk menyetujui vaksin dianggap lebih tepat karena artinya mempertimbangkan lebih banyak bukti dan telah melewati pemeriksaan lebih lanjut.

Baca Juga: Tak Tahu Menahu Soal Pernikahan Aurel Hermansyah dan Atta Halilintar, Krisdayanti Akui Kecewa Berat hingga Tegas Belum Berikan Restu

Para pemimpin Inggris mengatakan bahwa meskipun mereka sendiri ingin sekali mendapatkan suntikan, prioritas harus diberikan kepada mereka yang paling membutuhkan, yakni orang lanjut usia (lansia) dan petugas medis yang ada di garda depan.

Tantangan Vaksin Covid-19 Pfizer-BioNTech

Penyimpanan vaksin Pfizer yang paling menantang karena perlu disimpan pada suhu -70 derajat Celsius.

Baca Juga: Tak Malu Buka-bukaan Urusan Ranjang, Siti Badriah Akui Kewalahan Hingga Tak Jarang Tolak Ajakan Hubungan Badan dengan Krisjiana Karena Hal Ini, Nikita Mirzani Sampai Syok!

Suhu seperti ini sama saja dengan suhu terendah di Antartika dan jauh lebih dingin dibandingkan dengan mesin pendingin apa pun.

Kondisi ini akan mempersulit distribusi vaksin, khususnya di daerah terpencil dan negara-negara berkembang.

Logistik dan pengiriman vaksin akan menjadi pekerjaan yang luar biasa berat.

GridPop.ID (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul, Pertama di Dunia, Inggris Setuju Pakai Vaksin Covid-19 Pfizer-BioNTech