Find Us On Social Media :

Ganti Raketnya di Tengah Pertandingan Bikin Tegang, Greysia Polii Beberkan Teknik Dibalik Aksinya: yang Dipikirin Bukan Raket Putus

By Lina Sofia, Sabtu, 7 Agustus 2021 | 10:42 WIB

Foto Greysia Polii Pebulutangkis yang berhasil raih medali emas di Olimpiade Tokyo 2020.

GridPop.ID - Banyak momen yang sangat mendebarkan selama pertandingan perebutan medali emas ganda putri Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020.

Ganda putri yang meraih satu-satunya emas itu adalah Greysia Polii/Apriyani Rahayu.

Greysia Polii akhirnya beberkan soal aksinya mengganti raket pada laga final kontra Chen Qing Chen/Jia Yi Fan pada Senin (2/8/2021) siang WIB.

Dilansir dari Kompas.com, laga Greysia Polii/Apriyani Rahayu di final nomor ganda putri merupakan partai bersejarah bagi Indonesia.

Keberhasilan mereka mengalahkan duo China Chen Qing Chen/Jia Yi Fan 21-19 dan 21-15 menghadirkan medali emas di nomor ganda putri.

Prestasi Greysia/Apriyani merupakan torehan historis karena nomor tersebut selalu lepas dari tangan Merah Putih sejak bulu tangkis mempertandingkan medali di Olimpiade Barcelona 1992.

Pertandingan di Musashino Forest Sports Plaza itu pun diwarnai oleh momen unik jelang akhir game kedua.

Ketika skor 18-10 untuk keunggulan wakil Indonesia, reli panjang terjadi sampai membuat senar raket Greysia Polii putus.

Baca Juga: Sukses Ukir 2 Rekor Istimewa di Olimpiade Tokyo 2020, Greysia Polii Disebut-sebut Tak Bisa Bertanding di Olimpiade 2024, Ada Apa? 

Pebulu tangkis berusia 33 tahun itu pun langsung bergegas ke pinggir lapangan untuk mengganti raketnya.

Beruntung, serangan Chen/Jia dapat diatasi Apriyani Rahayu dengan baik. 

Greysia kemudian kembali ke lapangan dan dengan sigap langsung membantu pertahanan.

Tak lama kemudian, Apriyani dapat menuntaskan reli setelah smesnya dibalikkan Chen/Jia ke arah net.

Pada momen tersebut, Greysia/Apriyani unggul 19-10 atas wakil China.

Ini adalah keunggulan terbesar mereka dalam laga final ini. Aksi Greysia yang mengganti raket dan sigap melanjutkan reli membuat sang komentator Gillian Clark terpukau dengan mengatakan "sensational, amazing".

Greysia pun ditanya mengenai momen tersebut pada sesi konferesi pers virtual bersama PBSI selaku induk bulu tangkis Indonesia, Jumat (6/8/2021) siang WIB.

"Kami ketika latihan sudah ada tekniknya, bagaimana pas main raket putus? bagaimana strateginya?" ujar Greysia.

"Mungkin karena saya lebih berpengalaman jadi sudah tahu cara alurnya. Setelah putus, kan tidak mungkin memenangkan poin dengan raket putus."

Baca Juga: Geger Momen Langka yang Tak Disangka-sangka di Olimpiade Tokyo 2020, Apriani Rahayu Tertangkap Kamera Lakukan Hal Ini pada Greysia Polii

"Jadi, saya langsung inisiatif untuk ambil raket baru supaya tetap jalan terus."

"Saya percaya Apri bisa meng-cover lapangan. Tetapi, ya tidak boleh lama-lama karena lawannya dua orang."

"Itu saja sih, karena yang dipikirin bukan raket putus, tetapi bagaimana cara supaya kita dapat poin dalam keadaan apa pun juga."

Dilansir dari Tribunnews, Greysia/Apriyani mengawali perjalanan ke final cabor bulu tangkis nomor ganda putri Olimpiade Tokyo ini dengan menjadi juara grup A.

Memulai pertandingan pertama di grup A, pada hari hari Sabtu (24/7/2021) Greysia/Apriyani berhadapan dengan wakil Malaysia Mei Kuan Chow/Meng Yean Lee.

Bertanding di lapangan 2, Greysia/Apriyani menang dua gim langsung 21-14, 21-17 atas Chow/Lee dalam waktu 47 menit.

Pada pertandingan kedua, Senin (26/7/2021) Greysia/Apriyani menghadapi pasangan Inggris Raya Chloe Birch/Lauren Smith di lapangan 2 Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo.

Di pertandingan ini Greysia/Apriyani berhasil menang dua gim 21-11, 21-13. 

Laga terakhir di grup A Greysia/Apriyani menghadapi unggulan pertama dari Jepang Yuki Fukushima/Sayaka Hirota berlangsung pada hari Selasa (27/7/2021).

Tekanan tuan rumah tak mempengaruhi penampilan Greysia/Apriyani.

Greysia/Apriyani tampil sangat luar biasa dan berhasil menang rubber game 24-22, 13-21, 21-8 dalam waktu 84 menit dan berhak menjadi juara grup A.

Babak Perempatfinal Greysia/Apriyani bertemu pasangan ganda China, Du Yue/Li Yin Hui pada hari Kamis (29/7/2021).

Baca Juga: Jadi Pusat Perhatian Usai Sabet Medai Emas, Sosok Ini Bongkar Sifat Asli Greysia Polii yang Tak Diketahui Publik, Ternyata Tak Hanya Jago Badminton Tapi Juga Piawai Geluti Bidang Ini

Perjuangan Greysia/Apriyani selama tiga gim berbuah kemenangan 21-15, 20-22, 21-17.

Pertandingan saat itu berlangsung seru dan menghabiskan waktu 1 jam 40 menit.

Tiket ke semifinal berhasil diraih pasangan ganda putri Indonesia.

Mendapatkan waktu istirahat sehari, hari Sabtu (31/7/2021) Greysia/Apriyani bertanding lagi di semifinal menghadapi unggulan keempat asal Korsel, Lee So-hee/Shin Seung-chan di lapangan 3 Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo. 

Di luar dugaan Greysia/Apriyani menang pada pertandingan yang ketat dalam dua gim langsung 21-19, 21-17 atas Lee/Shin  yang memakan waktu selama 71 menit.

Kemenangan memastikan Greysia/Apriyani ke final melawan ganda putri China unggulan kedua Chen Qing Chen/Jia Yi Fan.

Di laga pamungkas Greysia/Apriyani menuntaskan perlawanan Jia Yifan/Chen Qingchen dengan skor 21-19 dan 21-15.

Greysia/Apriyani menyabet medali emas Olimpiade Tokyo 2021.

Selamat Greysia/Apriyani!

Baca Juga: Disebut-sebut Punya Pengaruh Penting Dibalik Kesuksesan Ganda Putri di Olimpiade Tokyo 2020, Erick Thohir Ternyata Lakukan Hal Ini untuk Greysia Polii

GridPop.ID (*)