Find Us On Social Media :

Geger Bupati Banjarnegara Sebut Luhut Pandjaitan 'Menteri Penjahit', Buntutnya Kini Minta Maaf dan Beberkan Alasan Tindakan Sembrononya

By Ekawati Tyas, Selasa, 24 Agustus 2021 | 13:02 WIB

Bupati Banjarnegara sampaikan permohonan maaf

GridPop.ID - Geger Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono menyebut Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dengan 'Menteri Penjahit'.

Atas apa yang dikatakan Budhi Sarwono, akhirnya ia meminta maaf.

Bupati Budhi Sarwono menyampaikan permintaan maaf dengan mengunggahnya melalui akun Instagram resmi Pemerintah Kabupaten Banjarnegara pada, Senin (23/8/2021).

Budhi Sarwono mengaku bahwa sebenarnya ia tak hafal dengan nama Menteri Marves tersebut saking panjangnya.

"Mohon maaf kemarin saya menyebut ‘Menteri Penjahit’, karena saya tidak hafal namanya panjang sekali.

Ini sekarang saya baca yang jelas, ini saya baca dan saya mohon maaf, (yang betul) adalah Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan," ujarnya.

Menurut pengakuan pria yang akrab disapa Wing Chin ini, ia sama sekali tak bermaksud untuk menghina.

"Mohon maaf karena tidak hafal, jadi disingkat yang mudah.

Baca Juga: PPKM Diperpanjang hingga 16 Agustus 2021, Luhut Tekankan Disiplin Masker: Kita Mungkin Hidup Bertahun-tahun ke Depan dengan Ini

Tapi, saya tidak punya tujuan menghina apa pun, karena sebisa saya bicara," ucapnya.

"Sekali lagi kami mohon maaf kemarin yang saya sebut ‘Pak Penjahit’, karena saya tidak hafal semuanya. Mohon Bapak Menteri bisa memaafkan saya.

Demi Allah, demi Rasulullah saya lahir batin untuk melaksanakan tugas negara," imbuhnya.

Tak hanya meminta maaf pada Luhut, tapi ia juga menyampaikan permohonan maafnya pada warga Batak yang bermarga Panjaitan.

"Dan terakhir kepada warga dari Tapanuli yang memiliki warga Panjaitan, yang pada waktu yang lalu saya sebut 'Penjahit' karena saya tidak hafal, karena saya tidak hafal marga warga Tapanuli.

Tapi hari ini saya baru paham, maka saya tulis, dan saya mohon maaf, yang sebenarnya adalah marga Panjaitan," paparnya.

Sekali lagi Budhi Sarwono berujar bahwa dirinya tak berniat untuk menghina.

"Jadi saya mohon maaf. Demi Allah, saya tidak pernah punya niat menghina orang lain, apabila dianggap menghina, saya siap dikutuk apa pun juga," tuturnya.

Baca Juga: Rugi Bandar Selama PPKM Darurat, Bolehkah Perusahaan Potong Gaji Karyawan? Ternyata Begini Aturan yang Benar

Dilansir dari Tribunnews.com, awal mula sang Bupati menyebut 'Menteri Penjahit' yaitu terekam dalam video yang beredar di dunia maya yang berdurasi 1 menit 26 detik.

Dalam video tersebut, Budhi Sarwono menjelaskan tentang perkembangan kasus Covid-19 yang ada di Banjarnegara di sebuah sesi wawancara.

"Alhamdulillah Banjarnegara (awalnya) BOR-nya 99 persen, terus turunlah PPKM darurat."

"Saya baca aturannya sesuai perintah Pak Presiden yang langsung ditindaklanjuti Menteri Dalam Negeri dan dilaksanakan pada waktu rapat bersama menteri siapa itu, penjahit atau apalah, (yang) orang Batak itu," kata Budhi.

Lalu terdengar orang di sekelilingnya mencoba membenarkan nama Menteri Marves yakni Luhut Binsar Pandjaitan.

"Ya Pak Penjahit kan," sambungnya.

Kemudian Budi melanjutkan bahwa pihaknya juga telah melakukan penyaluran bantuan jaring pengaman sosial (JPS) sebagai kompensasi pemberlakuan kebijakan PPKM.

"Pada waktu PPKM darurat Banjarnegara zona merah, tapi setelah ada instruksi Mendagri dan dijabarkan Pak Menteri Penjahit itu, Luhut Penjahit itu saya laksanakan intruksinya," ujarnya.

Sontak saja potongan video tersebut viral di jagat dunia maya dan menjadi bahan obrolan netizen.

Baca Juga: Deddy Corbuzier Protes Tempat Olahraga Kena Imbas di Masa PPKM Darurat, Begini Tanggapan Sederhana dari Luhut

GridPop.ID (*)